Langsung ke konten utama

Kejutan Setelah Perjuangan Panjang

Kisah suka duka selama OJT ada begitu banyaaaaaaaaak rasanya, walaupun saya rasa tetap lebih banyak suka daripada duka selama tinggal di Prabumulih. Mulai dari awal OJT yang diberi Manager super duper baik, difasilitasi rumah dinas dan mobil dinas, lingkungan yang luar biasa juga baiknya, hingga pindahnya Manager diganti yang baru, pindah ke sebuah ruko milik salah satu pegawai, sampai aneka satu dua urusan personal yang beberapa kali bikin jengkel hahaha. Tapi selebihnya sih tetap bersyukur. 

Selepas Evaluasi Progress Project pertama pertengahan Mei, kami ditugaskan untuk membuat semacam telaah staf dan 'suatu hal' untuk dimasukkan dalam Science & Technology Olympiad yang memang rutin dilakukan diakhir program. Dari awal mulai pembagian kelompok sampai penentuan tema yang bikin galau segalau galaunya sampai H-10.. akhirnya kami membagi jadi dua tim dengan dua tema berbeda.

Yah, setidaknya banyak pelajaran yang diambil dari masa-masa itu, bagaimana seharusnya bertindak, belajar bagaimana menahan ego dan emosi sesaat, belajar untuk mau mendengarkan pendapat orang lain, dan yang terpenting bagaimana belajar mendahulukan kepentingan kelompok diatas kepentingan pribadi. Tentu, disatukan dengan 12 isi kepala dan sifat yang berbeda bukan soal mudah, kan?

and here we goooo....


Sejak ikut organisasi dari jaman SMA hingga training-training pekerjaan sebelumnya, saya selalu diajari untuk tidak mengatakan 'saya' atau 'aku' untuk hal-hal dalam urusan tim, yang ada hanya 'kami' atau 'kita'. Karena ketika kita mengatakan 'saya' atau 'aku' menggambarkan seolah-olah hanya kamu yang mengerti, hanya kamu yang bekerja dan seolah yang lain tidak tahu apa-apa. Katanya sih demikian.. 

Karena dalam sebuah tim tidak boleh ada seorang 'SuperMan', yang ada hanya SuperTeam!




Laporan ini dibuat seadanya, karena memang pengerjaannya berbarengan dengan laporan akhir utama Project kami di unit OJT tersebut. Entah kenapa, dari awal memang sudah tidak bersemangat tentang laporan ini karena ini memang bukan tugas inti utama kami tapi tetap dikerjakan dengan semaksimal mungkin.

Penat, jenuh, malas, jengkel semua sempat campur aduk terjadi saat pembuatan laporan. Cuma inget satu hal sih kuncinya, 'Yang penting lulus titik!' Bukan soal jadi juara, bukan soal hadiah yang nanti akan didapatkan. Bukan. Hanya satu hal yang membuat kami semua semangat mengerjakan semua di detik-detik akhir. Hingga hari yang ditunggu-tunggu itupun datang..


Detik-detik sebelum eksekusi Tim STO Niaga 5
Presentasi itu dinilai oleh dua orang, satu orang dari Pusat dan satu orang dari Wilayah. Selesai? Alhamdulillah. Lancar? Yang ada kami dicecar habis-habisan! hahaha. Tapi kembali ke point awal lagi, yang penting semua ini terlewati, semua ini tamat, selesaaaaaaaaaaai..

Keesokan harinya acara mulai tidak karuan, teman-teman berhamburan entah kemana menunggu giliran untuk presentasi didepan penguji atas hasil inovasi yang mereka rancang sebaik-baiknya. Dan kami sendiri speechless karena yang lain benar-benar all out, sedangkan kami kemarin hanya membuat sebuah metodologi yang itupun alakadarnya. Tapi semua bukan soal itu, bukan soal ingin jadi juara bla bla bla. Bukan.

Sebelum pulang 4 kelompok dari 4 bidang berbeda dipanggil, Tim Transmisi, Tim Pembangkit, Tim Distribusi dan kami, Tim Niaga. Shock, takut dan hal sejenisnya membuat kami sempat terdiam, katanya kami disuruh membuat ulang makalah dan presentasi kemarin. Jleb! Setelah dikumpulkan, akhirnya terdengar ucapan selamat karena kami menjadi yang terbaik diantara hasil-hasil yang terbaik teman-teman lain. 


Alhamdulillah, tim kami menjadi Juara 1 dalam bidang Niaga Science & Technology Olympiad. Alhamdulillah. Kami yakin bukan isi atau output dari apa yang kami hasilkan, bukan, tapi dari maksud dan usaha kami berupaya agar hal tersebut dapat diaplikasikan dan bermanfaat bagi orang sekitar terutama unit pada saat itu.



Terima kasih untuk Tim PSk
Terutama Tim Niaga 5, A Erik & Asti atas kerjasamanya!
Wohoooo~



Palembang, 27 Juni 2014
Detik-detik pengumuman penempatan..

Komentar

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …