Langsung ke konten utama

Menikmati Senja di Pantai Tanjung Bunga

Berlokasi cukup strategis tidak jauh dari pusat kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka. Pantai Tanjung Bunga ini berjarak tidak jauh dari Pantai Pasir Padi.

Jika hendak kemari bisa juga sekalian berkunjung ke Pantai Pasir Padi dan Pantai Sampur. Jarak dari Bandara Depati Amir juga tidak jauh, hanya menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit perjalanan menggunakan mobil rental ataupun taxi bandara.


Dulu katanya pantai ini sempat menjadi kawasan tambang inkonvensional yang dikelola oleh masyarakat secara mandiri. Akibatnya, sempat terjadi banyak kerusakan di pantai ini yang mengurangi keindahannya. Tapi untungnya Pemprov setempat segera mengambil langkah agar tempat ini tetap terjaga sebagai potensi wisata.

Tanjung Bunga mempunyai kontur pantai landai dan bebatuan yang memiliki karakteristik unik. Pantai ini di dominasi oleh bebatuan yang berwarna kemerahan. Pada bagian arah ke darat Tanjung Bunga ini memiliki satu kawasan berbukit dengan panorama yang sangat indah ke arah laut. 




Disini para pengunjung seolah bisa melakukan petualangan dengan menyusuri pantai dan alam yang berbukit. Oya, sebelum sampai kemari juga kita akan melewati sebuah pura dan klenteng yang jaraknya berdekatan. Memang di Kepulauan Bangka Belitung ini terkenal dengan toleransi antar umat beragama yang tinggi, tapi ternyata banyak hal unik justru disini.


Kepulauan Bangka Belitung memang terkenal akan keindahan alamnya yang sayang untuk dilewatkan. Jika berkunjung ke Pangkalpinang, Ibu kota Bangka, Pantai Tanjung Bunga wajib untuk dikunjungi.


Pangkalpinang, sebelum perayaan 17 Agustusan
****)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …