Langsung ke konten utama

Getaway to Ketawai Island, Kurau!

Para para para paradiseeeee! Ditengah rutinitas yang mengatasnamakan pekerjaan bla bla bla, diajak liburan itu rasanya aaaaaa senang tiada tara pokoknya. Sebetulnya berlebihan juga kalau bilang sibuk, mungkin yang betul itu menyibukkan diri ..karena bagaimana pun pekerjaan itu never ending proses lah. Jadi, saat dapat ajakan untuk berlibur kali ini saya sama sekali nggak berpikir tiga kali buat ikut walaupun tujuannya masih belum jelas kemana. 

Hari H diminta untuk kumpul jam 8 pagi, tapi ternyata hampir jam 9 pun orang-orang masih banyak yang belum datang. Ngaret. Tipikal orang Indonesia sekali, kan. Setelah hampir semua kumpul kami pun berangkat. Dua buah mobil avanza berisi masing-masing 9 orang berempet didalamnya, haha lucu. Setelah mengambil nasi bungkus untuk makan siang, mobil melaju dari Pangkal pinang menuju arah Kurau, Bangka Tengah.

Perjalanan dari Pangkal Pinang menuju ke Kurau ini kurang lebih 40 menit. Nah, ternyata di Kurau ini kami hanya transit dan kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu lagi untuk menuju Pulau Ketawai. 


Ombak yang bersahabat saat perjalanan pergi awalnya membuat perjalanan terasa menyenangkan, ya memang menyenangkan, sampai lebih dari 30 menit kemudian baru lah mulai bertanya-tanya berapa lama lagi kami akan tiba disana. Beberapa orang ada yang tertidur, beberapa lainnya sibuk foto-foto, sedang sisanya sengaja berjemur diatap kapal.

..dan kemudian terlihat tulisan K E T A W A I !



Secara administratif, Pulau Ketawai ini masuk ke daerah Kurau, Bangka Tengah. Dan saat pertama kali melihat pulau ini cuma satu kata yang saya pikirkan, 'wow!'. Begitu turun dari perahu kami berjalan diatas jembatan dimana air lautnya terlihat begitu jernih dilihat dari atas. Rasanya, siapapun yang melihat ingin berenang. Ah indah sekali pokoknya. Dari atas jembatan juga bahkan kami bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang kesana kemari saking jernihnya perairan sekitar.

Sayangnya di pulau ini belum banyak tersedia fasilitas publik, seperti toilet umum yang memadai apalagi rumah makan. Pun ada toilet umum terbuat dari kayu-kayu dan ditutup papan saja, agak riskan sih sebagai perempuan saat mandi disana menurut saya.



Nah, setelah beberapa teman selesai berganti pakaian, kami pergi ke tempat snorkeling yang lokasinya tidak jauh dari pulau ini. Begitu tiba di lokasi, satu per satu turun menggunakan pelampung dan pin snorkeling untuk menikmati pemandangan bawah laut ketawai. Namun sayangnya beberapa kali saya lihat ada bulu babi jadi agak sedikit was-was juga meningat jarak permukaan air dengan karang tidak terlalu jauh.

Puas berenang dan menikmati perairan Ketawai, akhirnya kami kembali ke pulau Ketawai untuk beristirahat dan makan. Beberapa ada yang lanjut berenang dipinggiran, beberapa ada yang memilih untuk bersantai sekedar berbincang-bincang, sedang sisanya berhamburan entah kemana. Dan saya sebagai salah satu dari banyak sisanya memilih untuk mengitari pulau ini dengan dua orang teman lainnya, Kun dan Antasena.


Mengitari pulau ini ternyata kurang dari satu jam saja, karena memang pulaunya tidak terlalu besar. Kalau orang bilang sambil menyelam minum air, kalau kami saat itu sambil mengobrol jangan lupa fotonya haha narsis! Pokoknya sih, puas sekali mata dimanjakan dengan pemandangan indah dan jernihnya perairan Ketawai ini.

Sekitar jam 4 sore, sebelum pulang ke dermaga ternyata kami masih kembali ke tempat snorkeling. Hanya teman-teman cowok yang melanjutkan berenang, sisanya hanya diam di perahu dan lagi berfoto ria sampai akhirnya perahu membawa kami untuk menuju dermaga.




Perjalanan pulang tidak selancar perjalanan pergi. Ombak sore itu benar-benar mengerikan, menurut saya. Beberapa kali ombak masuk ke dalam perahu, saya pun yang tadinya duduk di bagian belakaang perahu akhirnya memilih untuk ke tengah dan berpegangan ke tiang saking takutnya. Entahlah, tapi saat itu yang saya, mungkin juga yang teman lain pikirkan, adalah bagaimana kalau perahu ini sampai tenggelam. Hih, serem.

Untunglah kami sampai di dermaga dengan selamat, walaupun sejujurnya sepanjang waktu diperahu tak putus rasanya berdoa.



Jadi, day-tripper kali ini walaupun sangat singkat tapi menyenangkan! Happy holidaeeee~



Pangkal Pinang, menjelang November akhir
....dan hujan sepanjang siang

Komentar

  1. subhanallah tempat wisatanya indah bener mbak beuuhh jadi gak nahan kpengen main ke ketawa island :D

    salam kenal yah mbak dari Cinta Teknologi

    BalasHapus
  2. Iya mbak, pemandangannya emang indah banget :)

    BalasHapus
  3. mbak, itu tempatnya cantik bangeeeett!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bun emang cantik banget tempatnya :)

      Hapus
  4. subhanallah.. cantik bgt pemandangannya mak :-)

    BalasHapus
  5. Wew....birunya laut...
    jadi pengen snorkling disana....

    BalasHapus
  6. Salam dari kami..anak-anak Atap Langit Bangka Tengah Kepulauan Bangka Belitung

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …