6 Januari 2015

Pemeran Utama

Ada yang bilang kalau kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, sedangkan orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan. Ketika kita merasa telah melakukan semaksimal mungkin hal yang harus kita lakukan tapi selalu dirasa kurang oleh orang lain. Lantas kita bertanya-tanya lagi harus bagaimana. 

Saya rasa sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tidak menyenangkan, juga saya salah satunya. Begitupun beberapa bulan ini saya merasa ada sesuatu yang kurang, ada sesuatu yang terasa salah dan membuat tidak nyaman. Lagi lagi seseorang menasehati saya, dia bilang menikmati suatu pekerjaan bukan soal apa kita menginginkan pekerjaan itu atau tidak. Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakan lebih baik, semakin juga kita menikmati apa yang kita kerjakan. Bukan hanya memberikan lebih banyak hal yang bisa dinikmati, disyukuri, lebih dari itu rasanya hidup juga akan terasa jauh lebih menyenangkan.

Sama halnya ketika kita melakukan suatu hal yang baik, bukan untuk mengharapkan sesuatu, namun memang karena kita sadar bahwa itulah yang seharusnya dilakukan. Menyingkirkan batu besar ditengah jalan yang akan kita lalui, bukan saja agar kita tidak dibuat luka, namun untuk menjaga agar tak ada orang lain yang celaka karenanya, bukan? Jadi, meskipun suatu hal yang kita lakukan untuk orang lain tidak dianggap apa-apa, biarlah. Mungkin orang lain tak memahami hal itu, karena mereka menganggap memang itu yang seharusnya.

Menikmati setiap hal yang kita kerjakan adalah memahami setiap hal sebagai bagian dari permainan. Karena setiap orang adalah pemeran utama dalam cerita hidupnya sendiri, (kan?)



Selamat malam dan semoga mimpimu menyenangkan..



Pangkal Pinang, menjelang tengah malam


12 komentar:

  1. iya benar, bahwa bekerja dan menikmati pekerjaan itu sangat penjang prosesnya. Namun untuk mencapainya itu sebenarnya sanagt mudah, hati harus dihadirkan dalam pekerjaan, bahwa pekerjaan ini adalah untuk diri sendiri yang akan berguna di suatu hari nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, segala sesuatu itu tergantung niatnya ya :)

      Hapus
  2. menikmati peran sebagai ibu di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu hari nanti aku juga bisa seperti itu, bun. aamiin :)

      Hapus
  3. bener banget mbak, kita pemeran utamanya.. kita yang nentuin mau jadi baik apa jadi buruk

    BalasHapus
    Balasan
    1. choose your own way gitu ya, chelin ;)

      Hapus
  4. pemeran utama toh, gw malah bacanya pameran utama :)))
    karena kita pemeran utamanya jadi jangan biarkan para figuran menggeser eksistensi kita, semanga nggi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alamaaak yang bacanya malah typo bang hehe. semangaaaat! :D

      Hapus
  5. setiap mereka adalah pemeran utama dari masing-masing kehidupan mereka, seperti saya yang menjadi pemeran utama dari kapala rumah tangga di keluarga saya,..hehehe

    salam sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. wiiiii, setiap orang sudah tau peranannya ya mas hehe

      Hapus
  6. Supeer sekali, Nggii. 😇
    Kalau bukan kita yg akan menikmatinya,lantas siapa, dong? Soal, kan kita yg bertanggungjawab. Begitu, kan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yessss *tooooooooos dulu, mbak* *cheersss*

      Hapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...