Langsung ke konten utama

Pemeran Utama

Ada yang bilang kalau kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, sedangkan orang lain menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang telah kita lakukan. Ketika kita merasa telah melakukan semaksimal mungkin hal yang harus kita lakukan tapi selalu dirasa kurang oleh orang lain. Lantas kita bertanya-tanya lagi harus bagaimana. 

Saya rasa sudah terlalu banyak orang yang mengeluh betapa pekerjaan mereka sungguh tidak menyenangkan, juga saya salah satunya. Begitupun beberapa bulan ini saya merasa ada sesuatu yang kurang, ada sesuatu yang terasa salah dan membuat tidak nyaman. Lagi lagi seseorang menasehati saya, dia bilang menikmati suatu pekerjaan bukan soal apa kita menginginkan pekerjaan itu atau tidak. Menikmati adalah bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Semakin kita mampu menghargai bahwa kita bisa mengerjakan lebih baik, semakin juga kita menikmati apa yang kita kerjakan. Bukan hanya memberikan lebih banyak hal yang bisa dinikmati, disyukuri, lebih dari itu rasanya hidup juga akan terasa jauh lebih menyenangkan.

Sama halnya ketika kita melakukan suatu hal yang baik, bukan untuk mengharapkan sesuatu, namun memang karena kita sadar bahwa itulah yang seharusnya dilakukan. Menyingkirkan batu besar ditengah jalan yang akan kita lalui, bukan saja agar kita tidak dibuat luka, namun untuk menjaga agar tak ada orang lain yang celaka karenanya, bukan? Jadi, meskipun suatu hal yang kita lakukan untuk orang lain tidak dianggap apa-apa, biarlah. Mungkin orang lain tak memahami hal itu, karena mereka menganggap memang itu yang seharusnya.

Menikmati setiap hal yang kita kerjakan adalah memahami setiap hal sebagai bagian dari permainan. Karena setiap orang adalah pemeran utama dalam cerita hidupnya sendiri, (kan?)



Selamat malam dan semoga mimpimu menyenangkan..



Pangkal Pinang, menjelang tengah malam


Komentar

  1. iya benar, bahwa bekerja dan menikmati pekerjaan itu sangat penjang prosesnya. Namun untuk mencapainya itu sebenarnya sanagt mudah, hati harus dihadirkan dalam pekerjaan, bahwa pekerjaan ini adalah untuk diri sendiri yang akan berguna di suatu hari nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, segala sesuatu itu tergantung niatnya ya :)

      Hapus
  2. menikmati peran sebagai ibu di rumah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga suatu hari nanti aku juga bisa seperti itu, bun. aamiin :)

      Hapus
  3. bener banget mbak, kita pemeran utamanya.. kita yang nentuin mau jadi baik apa jadi buruk

    BalasHapus
    Balasan
    1. choose your own way gitu ya, chelin ;)

      Hapus
  4. pemeran utama toh, gw malah bacanya pameran utama :)))
    karena kita pemeran utamanya jadi jangan biarkan para figuran menggeser eksistensi kita, semanga nggi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. alamaaak yang bacanya malah typo bang hehe. semangaaaat! :D

      Hapus
  5. setiap mereka adalah pemeran utama dari masing-masing kehidupan mereka, seperti saya yang menjadi pemeran utama dari kapala rumah tangga di keluarga saya,..hehehe

    salam sukses

    BalasHapus
    Balasan
    1. wiiiii, setiap orang sudah tau peranannya ya mas hehe

      Hapus
  6. Supeer sekali, Nggii. 😇
    Kalau bukan kita yg akan menikmatinya,lantas siapa, dong? Soal, kan kita yg bertanggungjawab. Begitu, kan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. yessss *tooooooooos dulu, mbak* *cheersss*

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …