12 April 2015

Antara Perasaan dan Masa depan..



Jika bicara soal dua hal ini, ada dua hal pula yang jadi pertaruhan ..antara rasa dengan logika. Seiring berjalannya waktu juga berkembangnya pikiran, tentu masa depan bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Menjalin hubungan dengan seseorang, lebih dari sekedar berteman, terlebih hingga tahun kesekian pasti telah melewati berbagai cobaan hingga proses pendewasaan. Perang ego dengan perasaan. Ada kesenangan sekaligus juga kesedihan. Ada perjuangan.

Namun, jika suatu hubungan tidak memiliki arah dan tujuan. Tidak memiliki rencana atau tempat tujuan, tidak memiliki nahkoda yang berani mengambil keputusan untuk masa depan, tidak memberikan sedikitpun harapan. Lantas, apa yang mau diperjuangkan?




Bicara soal perasaan di awal umur dua puluhan biasanya hanya memikirkan soal kesenangan dan rasa nyaman. Hingga pada saatnya muncul logika yang mulai berperang dengan perasaan. Muncul satu demi satu pertanyaan apakah hubungan yang selama ini kamu perjuangkan sepadan atau hanya membuang waktu tanpa menjamin adanya kelanjutan..

Kemudian perlahan kamu sadar bahwa waktu itu terus berjalan dan tidak bisa diulang. Dan kamu berpikir haruskah kamu menghabiskan waktu tanpa adanya tujuan. Kamu berpikir sepadankah menghabiskan waktu untuk seseorang yang bahkan tidak pernah membicarakan masa depan.. Kamu sadar bahwa suatu hubungan tidak hanya terletak pada perasaan.. tapi juga soal kehidupan yang terus berjalan.

Ada saat dimana kita melihat seseorang yang membuat komitmen dengan penuh rencana, dengan kejelasan tentang bagaimana harapan dimasa depan. Yang tidak hanya memikirkan kesenangan bersama teman-teman. Yang dengan bangga membawanya ke tengah perkumpulan keluarga besar.. Yang percaya bahwa ‘menjadi bahagia itu sesungguhnya sangat sederhana’, bukan soal nominal gaji maupun urusan tektek bengek soal mapan dan sejenisnya. Tapi soal membahagiakan dan dibahagiakan.

Lagi lagi ini soal pilihan. Seperti halnya bagaimana jika kamu dihadapkan pada dua pilihan secara bersamaan, antara perasaan juga masa depan?






Minggu Malam, 12 April; Pukul 10 lewat sekian..
Selingan membuat cerpen dengan dateline 3 hari lagi, ck!


1 komentar:

  1. Masa depan tidak bisa hanya diberikan kepada sang waktu untuk menjawabnya. Kita sendiri harus merencanakan apa-apa yang akan diperbuat. Selama itu demi kebaikan, Tuhan akan terus mengabulkan rencana-rencana tersebut.

    BalasHapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...