Langsung ke konten utama

[GIRL THINGS] DARI ISI TAS SAMPAI PEMILIHAN JAM TANGAN

Setelah sempat heboh beberapa waktu lalu soal tantangan berantai 'What's-on-your-bag-nightmare-game' di social media sampai-sampai dalam beberapa minggu timeline dipenuhi item-item isi tas wanita-wanita sosialita, ihiy. Mulai dari barang-barang branded tas, dompet, lipstik 500k (maybe), dan aneka item branded yang jujur aja saya nggak suka mampu beli hahaha. Berhubung jarak dari rumah ke kantor hanya kurang dari 5 menit jadi isi tas ya memang hanya itu-itu-saja. Make up pouch yang isinya bedak, lipstik, eyeliner, peniti, kayu putih dan body mist, selain itu juga paling kacamata, headset, notebook, pena, dompet, tissue, power bank dan ID card. Lain halnya kalau sedang berlibur, wuihhh bisa riweuh penuh sama item nggak penting dalam tas.

Holiday -must-have-item- package!
Jadi sepanjang melihat isi tas teman-teman lain saya cuma manggut-manggut dan ber-oh-oh ria, sesekali boleh lah ber-wow-ria. Ya gitulah, selera saya masih sama ternyata, nggak terlalu tertarik dengan barang-barang branded yang konon harganya bisa bikin puasa daud sebulan penuh. Krik. Saya masih gini-gini aja, masih lebih suka foya-foya buat makan enak daripada beli barang yang harganya nggak masuk akal, masih lebih suka diajak ngobrol sambil makan sepanjang malam di warung kopi dibanding nonton bioskop, masih lebih suka datang dan menjelajah tempat baru ketimbang masuk ke satu mall ke mall lainnya.

Kalau bicara isi tas pasti nggak jauh dari pergi somewhere out there gitu kan yah, bisa jadi hanya sekedar jalan-jalan. Saya pribadi tipikal orang yang nggak bisa kalau harus nggak bawa apa-apa kalau pergi keluar rumah. Minimal; dompet, itu pun kalau cuma pergi ke tukang pecel lele buat makan. Sedangkan kalau jalan-jalan harus banget bawa tas, walaupun kecil yang penting judulnya tas. Entah kenapa. Beberapa teman pernah tanya juga kok kesannya rempong amat, tapi ya itu tadi entah kenapa. Oya, selain itu juga wajib pakai jaket ataupun kardigan dan Jam Tangan! Harus. Titik. Seringkali saya sampai sengaja balik lagi ke rumah karena kedua benda tersebut kelupaan. Jreng.


Kenapa? Lagi-lagi entah. Tapi rasanya ada yang kurang aja dan membuat nggak nyaman kalau benda-benda itu ketinggalan. Bicara soal jam tangan, dari jaman SMP memang nggak bisa jauh dari benda satu ini dan dengan model yang sama; kecil dan simpel. Selain merupakan komponen penunjuk waktu jam tangan juga bisa sekaligus menjadi penghias tangan. Banyak sekali model jam yang lebih unik, cantik dan menarik sehingga menarik perhatian. Nah dan biasanya para wanita lebih menyukai fashion dari sisi cantik maupun uniknya karena memberikan keindahan dalam berpenampilan, ya kan?

Oh ya nggak sedikit ragam desain yang dicover atas jam-jam yang nantinya dapat dikenakan oleh tiap-tiap wanita. Model-model terbaru dari merk yang ternama hingga yang biasa-biasa saja pun bermunculan, hingga semakin memberikan beragam pilihan untuk memiliki produk penghitung waktu pada pergelangan tangan tersebut. Meskipun begitu, memastikan bahwa pilihan tersebut benar-benar sesuai dengan karakteristik dari pergelangan tangan kita adalah suatu keharusan loh. Bagaimana tidak, jika pilihan jam tersebut kurang tepat justru akan menimbulkan penampilan yang terlihat aneh dan nampak seperti ada sesuatu yang salah. Terbayang nggak kalau (konon) tangan saya yang kecil ini (ha!) menggunakan model jam tangan yang besar? Aneh kan rasanya.

Nah, jadi memilih sebuah jam tangan untuk diri sendiri tidak selalu bisa disamakan dengan pilihan dari orang lain. Bahkan sekalipun saat orang lain merasa bahwa benda ini cocok jika kita kenakan, tapi biasanya diri kita sendiri yang akan menilai cocok apa tidaknya beda tersebut kita gunakan. Dengan begitu, kamu dapat menyesuaikan adanya kriteria tersebut dalam pilih memilih tipe-tipe jam yang tepat. Seperti halnya dengan pilihan berdasarkan tips-tips berikut ini:
  • Kulit tangan yang warnanya cenderung gelap dapat memilih jam yang berwarna lebih kalem dan gelap pula. Seperti contohnya dengan warna hitam, coklat tua, coklat agak muda dan abu-abu.
  • Warna kulit yang sedang-sedang saja yakni tidak terlalu gelap maupun cerah dapat memilih jam dengan pilihan warna yang kalem namun tak begitu cerah, seperti ungu pudar, merah pudar, pink pudar, coklat muda, hitam, abu-abu.
  • Kulit cerah dapat memilih warna jam yang leluasa karena cenderung cocok untuk semua warna.
  • Jam ukuran besar lebih cocok untuk area lengan tangan yang besar pula, seperti untuk mereka yang agak gemuk. Sedangkan bagi pergelangan tangan yang lebih kecil dapat memilih ukuran yang kecil atau pada jam yang cenderung kecil.

Memperhatikan kriteria jam sedari pilihan warna hingga bentuk-bentuknya merupakan salah satu cara yang tepat dalam menemui jam yang cocok untuk kita kenakan. Apalagi jika kamu membeli jam tangan wanita branded model terbaru yang original secara online, tentu akan lebih sulit lagi untuk melihat detailnya. Dan sekarang ini aneka jenis jam tangan dijual secara luas melalu beraneka ragam website e-commerce, Bukalapak salah satunya.

Tiap-tiap jam yang ditampilkan harus diperhatikan dan dicek terlebih dahulu atas kesesuaian dengan kriteria dari lengan tangan, dimana pergelangan tangan yang dimiliki akan lebih cocok dan sesuai atas pilihan dari jam tangan tersebut. Dengan begitu atas pilihan jam-jam yang ada dapat didukung oleh adanya karakteristik yang benar-benar mendukung agar tidak salah pilih dan menyesal nantinya setelah melakukan pembelian. Saya biasanya langsung berkirim pesan langsung dengan penjual untuk make sure bahwa barang yang dimaksud sudah sesuai dengan yang terlihat di fotonya.

Dan the last but not least, lesson of the day adalah 'The difference between the TAG Heuer watch and the Apple Watch is very important. That one is called Apple, and this one is called TAG Heuer' quotes by Jean Claude Biver. Ciaooooo!


Feb, 24th. 23.02 pm.
Masih ditempat yang sama, diwaktu yang sama, dengan doa yang sama :)


Komentar

  1. repot juga ya mba jadi cewe, kemana-mana harus bawa makeup :D
    kalo jam tangan sy biasanya pake Q&Q, simple tapi stylish

    BalasHapus
    Balasan
    1. Biar nggak kucel bin kuleheu kakaaaa :')
      Jam Q&Q aku wassalam ketinggalan dikolam renang~

      Hapus
  2. sekarang sih jam tangan aja dijadiin penunjang dari fashion ya :)

    BalasHapus
  3. Coba deh lihat isi tasku yang ada cuma struk pembelajaaan dan tagihan listrik ,PAM.
    aku juga lebih suka jajan ( jajan kopi )daripada ke mal atau bioskop karena memang tidak punya duit lebih.
    Kulitku gelap dan aku lebih suka warna yang kecoklatan tua.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duhhh tasnya kosong melompong dong mas isinya cuma tagihan yaaa~

      Hapus
  4. aku juga gak suka kalau gak pake jam tangan, rasa rasanya kayak ada yg kurang dr pergelangan tangan kiri, dan tanpa pake jam tangan bikin kulit belang bekas jam tangan itu sendiri jadi keliatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idem mbak, jatuhnya jadi nggak pede yah karena belang bekas jam :D

      Hapus
  5. Itu kacamatany lucuu bgtt, Nggiii. . .

    BalasHapus
  6. Selama ini, jam tangan saya pikir cuek saja milih warnanya. Ternyata perlu diperhatikan juga warna kulit ya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini sih berdasarkan observasi lapangan aku aja sih bun :p

      Hapus
  7. Klo " the difference between TAG Heuer "copy" and original TAG Heuer and another brands sing duwe copyan piye mba jarene? :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eh maksudnya itu "brand lain punya copy an gimana? Hehe

      Hapus
  8. Selama ini aku cuek aja milih warna jam tangan, yang penting buatku pakai item aja,buat saudari atau sang kekasih ya pilihin yg warna putih ...hahaha

    ada masukan mungkin mbk?

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …