Langsung ke konten utama

WHAT MAKES GOOD PEOPLE GOOD?

Masih merasa tertohok dengan pertanyaan dan pernyataanmu saat beberapa waktu lalu saat pulang ke Bandung awal tahun. 'Ata kok ada orang kaya ada orang miskin, ya?', tanyanya polos. 'Tuh orang pada punya mobil bagus. Nanti kalau Ata uangnya udah banyak dede uwen beliin juga ya?'. Saya tersenyum. Bingung. Adik bayiku sudah semakin besar ternyata.


Anak kecil yang kini usianya 6 tahun ini sudah semakin pintar, anak kecil yang sudah hapal Juz 30 ini sudah mulai bisa menjabarkan apa yang dia pikirkan dari apa yang dia lihat, anak kecil ini sudah terlampau sering bertanya hal-hal yang kadang saya sendiri bingung menjawabnya, anak kecil ini kini bahkan sudah tidak pernah lagi merengek-rengek sambil menangis jika ia ingin dibelikan sesuatu dan kerap mengeluarkan satu jurus pamungkasnya 'Nanti kalau Ata udah punya uangnya kita beli itu ya?' tidak pernah memaksa. Anak pinter.

Anak kecil yang sudah berani mengolok kakaknya dengan bertanya, 'Aa mana ta?' Haha! Duh, dek. Dan aneka pertanyaan demi pertanyaan kritis yang kamu lontarkan sering bikin pusing tujuh keliling untuk menjawabnya. So, I think one day you'll ask me this question: 'What makes good people good?'. Suatu hari nanti kita akan berdiskusi soal ini, dek. Suatu hari nanti saat kamu sudah pandai menggunakan internet dan kepo-in kakakmu seperti ummu dan abah sekarang ini, jangan ragu bertanya apapun ya.

Dan heeey, tahun ini hampir mau 7 tahun saja. Kini kamu semakin cantik, semakin pintar, dengan bangga bilang kalau kamu juara dua di sekolah, sudah mau masuk sekolah dasar, sudah hapal Juz 30 -yang kakaknya pun kalah, sudah hapal aneka doa sehari-hari, sudah bisa sedikit bahasa Jepang, sudah berani ikut lomba ini-itu, sudah bisa nyanyi banyak lagu bahkan dangdut, suka menari, suka tertawa, suka makan banyak, suka balon, suka eskrim, suka sekali yupi, suka sekali kalau diajak ke Kebun Binatang, oya sudah pintar selfie dan suka sekali menghitung hari kalau saat tahu kakaknya ini akan pulang. Terus tumbuh ya dek, pinter, soleh, sehat, kuat, cerah, ceria, berbunga, berbuah, sehat, selalu bahagia.



Ata lovee you!
See you very soon, bayi besarku...

Komentar

  1. Waaaah. Semoga semakin pinter dan sehat selalu ya Ata.

    BalasHapus
  2. gak berasa sudah besar aja ya. Apa kabar mbak? maaf ya aku baru bisa bw

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa bun udah sebesar ini sekarang hihi. Alhamdulillah baik. Bunda juga semoga sehat selalu ya :)

      Hapus
  3. Ata pinter sekali udah hafal juz 30. Subhanallah

    Aku juga tanya ah, Aa' nya orang mana kak? :p

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …