Langsung ke konten utama

CERITA ECHA; KATEGORI BLOG PARENTING YANG MENGINSPIRASI


Dunia blogging sudah saya kenal dari tahun 2008, pas lagi jaman lucu-lucunya jadi mahasiswa baru. Waktu itu bahkan sampai sekarang isi tulisan di blog saya ini isinya gado-gado, mulai dari cerita keseharian, cerita traveling, opini atau curhat sekedar menuangkan pikiran dan perasaan, cie! Akhirnya setelah melewati pasang surut semangat ngeblog terutama setelah bekerja, sekarang-sekarang baru mulai tersulut lagi semangatnya. 

Ada banyak sekali hal yang bisa diambil dari rajin blogwalking, bisa dapat teman baru jelas, semakin dapat banyak informasi, ilmu dan hal bermanfaat lainnya juga. Setelah ikut Blogger Nusantara 2013 lalu di Yogyakarta, kebanyakan sudah bertemu langsung disana dengan para blogger-blogger hits nan kece. Selain itu juga enaknya adalah saat mau pergi ke suatu tempat atau kota setidaknya ada satu dua blogger yang bisa diajak kopdaran. Kemarin beberapa kali sempat juga temu sapa dengan teman-teman blogger yang kebetulan sedang berlibur ke Bangka atau juga pas saya pulang ke Bandung. Alhamdulillah, silaturahmi jalan terus. The beauty of blogging, istilahnya. Seru, kan? :)


Dalam rangka salah satu program arisan di komunitas Blogger Perempuan, kali ini Mbak Echa yang pertama kali keluar sebagai pemenangnya. Sebetulnya bukan kali pertama juga sih saya mendengar nama Mbak Echa, karena sering sekali melihat namanya ada dipengumuman pemenang lomba nulis. Keren. Nah, setelah 'ngubek-ngubek' isi blognya langsung kagum gitu huwaaaa konsistensinya di dunia blogging patut diacungi jempol. Selain itu juga ada make up tutorial dan DIY projectnya yang nggak kalah keren.



Hal lain yang saya baru ketahui adalah bahwa Mbak Echa ini adalah seorang survivor kanker getah bening, seorang ibu rumah tangga, punya anak berumur 2 tahun bernama Raffi yang ganteng, dan sangat cinta pada binatang, terutama kucing bernama Cucuth. Cucuth sendiri umurnya 11 tahun, waaah berasa anak sendiri banget ini kucingnya kan. Saya sih selalu kagum sama orang yang bisa telaten bisa punya hewan perliharaan apalagi sampai dengan usia panjang. Sempat punya keinginan pelihara kucing atau hewan lain, cuma masih takut nggak terurus kan kasihan juga.

Oya, soal award yang didapatkan Mbak Echa bisa dilihat disini. Mbak Echa juga kasih tips dan trik bagi para blogger yang hobi menulis. Dari blog ini juga saya banyak manggut-manggut baca soal parenting, walaupun notabene belum berkeluarga kan bisa belajar dulu. Ihik, modus. *doa*

Pokoknya saya belajar banyak dari blognya Mbak Echa. Jadi semakin semangat untuk belajar konsisten menulis, tips dan trik-triknya sampai banyak inspirasi baru untuk proyek DIY. Yuhuuu! Semoga suatu hari nanti bisa langsung ketemu ya, Mbak Echa :)



Salam hangat dari Bangka,
Anggi Agistia


Komentar

  1. salam kenal mba Anggi

    betul mba, kita harus belajar dari semangat mba echa untuk belajar konsisten menulis dan juga terus berbagi inspirasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak tetap semangat dan belajar terus.

      Salam kenal juga, Mbak Tri :D

      Hapus
  2. Bunda sangat salut sama Echa ini karena perjuangannya melawan penyakit, kegigihannya memelihara keharmonisan rumah tanggal dan kecintaannya pada anak semata wayangnya, Raffi (ini baru semata wayang koq), trus ketulusannya memelihara Si Meong yang dijadikan icon juga, maksudnya jadi foto profilenya. Kalo aja bunda mengenal blog sejak muda, pasti juga udah pinter seperti Echa, hehe...#ngarepjadipinter

    BalasHapus
  3. Kalau orang sayang dan telaten banget ngurus binatang, pastinya telaten juga urus anaknya ya. Keren emang mba Echa ini hihihihi. Salam kenal ya mba Anggi. Aku ikutan belajar parenting juga ah *eh

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …