Workbook Prompt Day #01
Jika ditanya apa yang dipikirkan saat memikirkan uang, aku menyadari bahwa sering kali ada dialog kecil di dalam kepalaku yang berjalan otomatis. Bukan hanya sekedar tentang 'punya atau tidak punya', tetapi juga tentang apakah sesuatu itu layak dibeli, apakah harga yang dibayar sepadan, atau bahkan apakah keputusan yang diambil sudah tepat.
Setelah jalan, kami mencoba beberapa tempat makan, tetapi ternyata cukup ramai, bahkan ada yang waiting list. Tubuhku rasanya kurang nyaman jika harus mengantri panjang hanya untuk makan. Akhirnya kami memilih mencari tempat lain. Dalam perjalanan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, aku menyadari pikiranku terus bekerja membandingkan banyak hal—menu apa yang ingin dimakan, harga yang harus dibayar, dan apakah semuanya terasa worth-it atau justru sebaliknya.
Ternyata, saat berhubungan dengan uang, tubuh dan pikiranku sering otomatis masuk ke mode “menghitung” dan “menimbang”. Ada bagian diriku yang ingin menikmati momen, tetapi ada juga bagian lain yang tetap berhati-hati dan memastikan semuanya terasa aman dan sepadan. Sensasinya bukan panik berlebihan, tetapi seperti ada ketegangan kecil yang terus aktif di kepala.
Namun hari ini aku juga merasakan sesuatu yang berbeda. Setelah akhirnya memilih menu yang sesuai dan membayar sejumlah uang yang menurutku sepadan, tubuhku terasa lebih lega dan tenang. Tidak ada rasa bersalah berlebihan. Justru ada rasa senang karena bisa menikmati makanan enak dan mencoba menu yang berbeda dari biasanya.
Perasaan hangat itu semakin terasa ketika aku membeli buah dan beberapa stok makanan untuk di rumah. Melihat isi kulkas penuh dan membayangkan anak-anak bisa menikmatinya membuat hatiku terasa penuh syukur. Tubuhku merasakan rasa senang, nyaman, dan cukup. Ada rasa aman sederhana yang muncul ketika aku bisa menyediakan sesuatu untuk keluarga. Masih mode gifting ya, sebetulnya.
Dari pengalaman kecil ini, aku belajar bahwa hubunganku dengan uang ternyata bukan hanya soal angka, tetapi juga soal rasa aman, rasa cukup, dan bagaimana tubuhku merespons setiap keputusan yang berkaitan dengan memberi, menerima, dan menikmati.
Dan hari ini, di tengah proses menimbang dan memilih itu, aku bisa merasakan sedikit lebih banyak tenang dan syukur.
Alhamdulillah..