Postingan

ALTERNATIF

Gambar
Setelah menimbang beberapa opsi tempat yang ingin saya datangi selama cuti untuk sekedar mencari kesunyian, hal yang mungkin lebih kamu kenal sebagai liburan, piknik, pelesir atau apapun itu namanya. Tetapi bagaimanapun, manusia memang adalah makhluk yang aneh kan? Kebanyakan kita menghabiskan banyak uang berlibur untuk mencari ketenangan, tetapi pergi ke tempat-tempat ramai. Saya salah satu diantaranya. Pada suatu pagi yang dingin di kota Bandung pertengahan bulan Oktober, tidak seperti biasanya, saya terbangun karena suara alarm yang berisik dari handphone, di rumah. Adalah entah hobi atau kebiasaan, bukannya bergegas bangun lantas mengambil air wudhu untuk sholat subuh, hal pertama yang dilakukan -yang sepertinya sudah menjadi kebiasaan- adalah mengecek notifikasi handphone. Bad habit, actually. pic source: pinterest Bandung sedang kurang bersahabat menurut saya. Selain diguyur hujan hampir setiap harinya, macet dan banjir rasanya jadi sajian sehari-hari sekarang. Andai r...

RINDU PERJALANAN

Gambar
Source: Pinterest Ada sesuatu dari perjalanan yang membuat saya merasa terus jatuh cinta.  Lagi. ...dan lagi. Tidak dapat disebutkan secara jelas. Tapi, menikmati perasaan saat menatap jalanan, berlari santai atau berjalan kencang, mencoba hal-hal baru, atau sekedar berkelakar dengan penduduk lokal mungkin adalah beberapa hal yang dapat saya sebutkan serta paling dirindukan. Sudah hampir 10 tahun saya jatuh cinta dengan dunia tulis menulis. Sejak saya masih menggunakan seragam putih abu. Menjadi jurnalis sekolah ala kadarnya.  Saya punya rahasia besar, dulu, saya pernah bercita jadi travel journalist, profesi yang saya yakini adalah  salah satu profesi paling menyenangkan sedunia. Wara-wiri ke berbagai pelosok Nusantara bahkan aneka penjuru dunia. Berbagi kisah suka duka selama perjalanan. Dan aneka pengalaman yang hanya didapat dengan melakukan perjalanan. Selain perjalanan ke Yogyakarta bersama Sang Adik tersayang beberapa bulan lalu, Bali...

MENDADAK DI UJUNG GENTENG

Gambar
Saya bersorak sorai ketika dari kejauhan melihat birunya lautan, padahal notabene setiap saat dikelilingi pantai. Disusul kemudian kedua teman saya membuka kaca mobil. Sayup-sayup suara ombak pantai terdengar semakin jelas; kami berhenti di salah satu sisi pantai. Rasanya ingin berlarian ke tengah, bermain air seharian. Byur! Saat pertama masuk ke lokasi ini, seorang penjaga memberikan kami semacam peta lokasi yang berisi spot-spot pantai yang bisa dikunjungi disana. Holiday by accident, karena dari awal pergi kami sama sekali tidak ada niatan untuk berkunjung, apalagi saya yang pada saat perjalanan dari Jakarta Bandung baru mengetahui kalau lokasi nikahan teman itu ternyata berjarak kurang lebih 6 jam perjalanan dari Bandung, paling cepat. Semacam jreng-jreng-moment, mau dicancel sudah setengah jalan, mau dilanjut sudah pasti badan rasanya babak belur.

SEPOTONG KUE

Suatu Petang,  Bandara Soekarno-Hatta, 2016. Saya termenung sejenak saat terbangun menatap jendela. Suara khas Pramugari terdengar sedang memberikan informasi perihal cuaca diluar sana. Beberapa kali saya mengerjap, sembari mengumpulkan nyawa, lantas berdoa agar kami mendarat dengan sempurna. Perjalanan udara Bangka - Jakarta terhitung tidak lama, tapi entah kenapa saya selalu menikmati momen 'ketiduran' yang berdurasi hanya kurang dari satu jam. Seperti halnya tertidur di Bus antar kota. Tidur saya kadang terlampau nyenyak. Keenakan. Seusai lepas landas orang-orang mulai sibuk berdiri dan mengantri agar lekas keluar. Semacam terburu-buru karena sedang ditunggu seseorang, semacam ingin lekas melepas rindu dengan keluarga tersayang, beberapa sisanya masih santai terdiam memandang keluar jendela, sama halnya dengan saya. Saat sudah benar-benar sepi, saya baru berdiri, mengambil tas berisi oleh-oleh yang saya taruh di kabin, sedang sisanya saya simpan dikoper yang sengaja s...

MENUJU BAIK ITU BAIK

Gambar
Dalam beberapa bulan kebelakang ini rasanya saya terlalu banyak 'dikejutkan' dengan hal-hal yang cukup mengejutkan. Tidak ada yang namanya kebetulan. Pun dengan hal ini, pasti Allah sudah punya sebuah misi khusus untuk saya. Untuk kembali belajar, atau memberi pelajaran, untuk tidak terlampau lalai.  Salahnya adalah ekspektasi saya terlampau tinggi ataupun harapan saya kelewat banyak. Padahal sebesar apa kita boleh berharap? Sebesar kapasitas hati kita untuk menampung rasa kecewa, kan? Ini yang selalu saya sesali kepada diri sendiri, tidak pernah belajar dari pengalaman. Kecewa. Ya. Semacam sakit yang tak kunjung sembuh atau justru kecewa yang berulang kambuh. Semacam itulah.   Ada hal-hal yang mungkin kita suka, tapi tidak dengan apa yang orang lain pikirkan. Well, dalam beberapa hal belajar mengabaikan pendapat orang boleh dilakukan, tapi dalam beberapa hal lain pendapat orang lain bisa jadi parameter kita dalam melakukan sesuatu yang bisa jadi sebetulnya m...

#PESONA PANGKALPINANG; SELAMAT DATANG DI BUMI SERUMPUN SEBALAI

Gambar
Saat mendengar Kepulauan Bangka Belitung disebut pikiran saya langsung megawang berapa banyak tempat-tempat indah yang wajib saya kunjungi ketika saya bisa berkunjung kesana. Entah kebetulan atau memang takdir yang menuntun hingga akhirnya saya mendapat 'tugas' di kepulauan ini. Tentu saya bersorak girang karena membayangkan betapa menyenangkan bisa berjalan-jalan untuk menghabiskan waktu setiap akhir pekan, melihat alam, melihat laut, melihat kebudayaan dan hal-hal lain yang mungkin belum pernah saya lihat atau rasakan. Pulau Bangka dan Pulau Belitung menurut saya bagai pinang dibelah dua. Keduanya sama-sama memiliki daya tarik luar biasa yang bisa menghipnotis angan setiap orang untuk menghabiskan waktu dengan liburan, liburan dan liburan. Saya sendiri yakin, bagi yang sudah pernah pergi mengunjungi kedua pulau ini pasti merasa ingin selalu kembali lagi dan lagi untuk kemari. Selalu ada sesuatu hal baru yang menarik, untuk bisa dijelajahi, untuk bisa dinikmati.  S...

SEPEREMPAT ABAD

Saya lahir dibulan kedelapan dalam hitungan tahun Masehi, dan dibulan kali ini saya menginjakkan tanggal dua puluh lima untuk usia ke dua puluh lima. Seperempat abad. Hari itu ditengah malam saya terbangun karena suara panggilan telepon salah seorang teman yang mengucapkan selamat menua. Seharian ponsel saya dipenuhi notifikasi dari berbagai messenger dan juga beberapa sosial media. Pun beberapa pesan dari orang-orang yang tidak terduga, terima kasih. Untaian doa tak putus yang sejurus kemudian saya aamiin-kan satu per satu. Saya percaya, doa yang baik akan kembali lagi kepada yang mendoakannya. Begitu, kan? Bahagia? Tentu saja. Pagi hari, sudah ada panggilan video via Line dari orang rumah. Dilanjutkan panggilan telepon dari si bungsu yang menelpon diiringi lagu selamat ulang tahun yang dia setel dari kaset radio. Ditambah lagi surprise dari teman-teman kantor yang mendadak buka pintu, bawa kue dan joget-joget gak karuan. Ah, manisnya! Menjelang malam tiba-tiba mendapatkan...