Langsung ke konten utama

ALTERNATIF

Setelah menimbang beberapa opsi tempat yang ingin saya datangi selama cuti untuk sekedar mencari kesunyian, hal yang mungkin lebih kamu kenal sebagai liburan, piknik, pelesir atau apapun itu namanya. Tetapi bagaimanapun, manusia memang adalah makhluk yang aneh kan? Kebanyakan kita menghabiskan banyak uang berlibur untuk mencari ketenangan, tetapi pergi ke tempat-tempat ramai. Saya salah satu diantaranya.

Pada suatu pagi yang dingin di kota Bandung pertengahan bulan Oktober, tidak seperti biasanya, saya terbangun karena suara alarm yang berisik dari handphone, di rumah. Adalah entah hobi atau kebiasaan, bukannya bergegas bangun lantas mengambil air wudhu untuk sholat subuh, hal pertama yang dilakukan -yang sepertinya sudah menjadi kebiasaan- adalah mengecek notifikasi handphone. Bad habit, actually.

pic source: pinterest
Bandung sedang kurang bersahabat menurut saya. Selain diguyur hujan hampir setiap harinya, macet dan banjir rasanya jadi sajian sehari-hari sekarang. Andai rumah saya tidak berada di Bandung, mungkin akan dua tiga kali berpikir untuk kemari. Jadi, selama hampir 10 hari pulang, hampir 70% waktu lebih sering saya habiskan dirumah, sesekali jalan-jalan dengan keluarga dan beberapa teman dekat juga atau bahkan sendirian. Sempat juga beberapa kali menghabiskan waktu disebuah kedai kopi yang-tidak-perlu-saya-sebutkan-namanya selama beberapa jam, karena harus menyelesaikan beberapa hal terkait 'pekerjaan'. Dan berakhir dengan 3 porsi french fries dan 2 gelas milk tea.



Kesempatan pulang ke Bandung juga tentu tidak saya sia-siakan untuk berbelanja. Beberapa kali tawaf di mall, keluar masuk toko baju, distro dan pusat perbelanjaan yang terkenal harganya miring, tetap saja rasanya malas saking padatnya lalu-lalang orang.

Terjebak hujan mungkin hal yang menjengkelkan bagi sebagian orang, terlebih terjebak nostalgia, uh! Akan tetapi terjebak hujan dan bertemu dengan orang asing yang menyebalkan ditempat umum meningkatkan kadar kejengkelan dua kali lipat dari sebelumnya ternyata. Berhubung handphone saya sedang kumat, kemarin saya belajar bahwa cara paling ampuh untuk menghindari perbincangan dengan orang yang menyebalkan ditempat umum adalah membaca buku atau fokus ke laptop jika memungkinkan.

Laptop, buat saya semacam things I can't live without, alaaah. Selain urusan pekerjaan, sekedar browsing, menulis blog ini -yang-serius-udah-ada-sarang-laba-labanya- dan cari item lucu dari satu website ke website lainnya. Entah kenapa, semenjak mulai bekerja dan berpindah beberapa kali ke beberapa kota, saya memang lebih gemar belanja secara online. Berhubung saat ini belanja bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja. Jadi, selama di Bandung kemarin pun, ketimbang harus pusing-pusing bermacet-macetan dijalan berjam-jam hanya untuk pergi dari satu tempat ke tempat lain, belanja online memang jadi solusi yang saya rasa paling efektif dan efisien *cheers!

Oya, buat kamu yang sangat suka belanja online, kamu tidak boleh melewatkan Singles Day dan Harbolnas di Zalora bulan Desember nanti ya. Duh, sok atuh nabung-nabung.


Karena cukup saya saja yang menjadi korban pusing-pusing, kamu jangan. *Winks!



Bandung, Oktober 2016
Macet, Hujan dan Banjir~


Komentar

  1. hi kak anggi gimana kabar?
    wah asik donk pulang ke bandung, tapi ya itu sayangnnya lihat berita lagi banjir yaaa..

    BalasHapus
  2. Tahun ini saya jarang sekali ke Bandung. Tapi dengar kabarnya kalau Banudng sekarang semakin macet. Ya, semoga aja masalah macet ini gak sampai berlarut-larut. Karena katanya kan salah satu penyebab macet karena lagi membangun

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …