Langsung ke konten utama

Icip-icip Soto Lamongan Cak Har di Surabaya!

Namanya sih Soto Lamongan tapi adanya di Kota Surabaya. Nahlohhhh. Kuliner Indonesia memang nggak ada habisnya menawarkan berbagai keunikan rasa dan varian dari berbagai penjuru daerah dari Sabang sampai dengan Merauke. Mulai dari rasa, tampilan dan bahkan nama, banyak aneka jenis kuliner Indonesia yang menggunakan nama daerah sebagai suatu simbolisasi atau bahkan pencitraan makanan khas daerah tersebut. Ikan Bakar Cianjur, Pempek Palembang, Cotto Makassar, Ayam Bakar Wong Solo dan lain sebagainya yang membawa embel-embel nama daerahnya. 

Soto Lamongan Cak Har Surabaya
Jadi seringkali saya mendengar tentang enaknya kuliner soto yang satu ini dari opang. Nah, kali ini berhubung berkesempatan untuk berkunjung ke Surabaya, saya diajak untuk mencicipi Soto Lamongan yang terkenal di Surabaya ini..

Tempatnya sendiri saya nggak begitu hapal dijalan apa, tapi yang pasti saat baru tiba di Surabaya dan kemudian pergi menuju daerah keputih, saya melewati suatu Rumah Makan yang cukup besar bertuliskan Soto Lamongan Cak Har. Ternyata rumah makan yang saya lewati itu adalah cabangnya. Dan siang hari itu pun yang terlihat adalah jumlah pembelinya yang ramai.

Malam itu para pegawai nampaknya sudah mulai berbenah lokasi jualan untuk tutup, maklum kami datang kemari sekitar pukul 10 malam, lebih malahan. Akhirnya kami memesan seporsi Soto Lamongan dengan es teh manis. Sekitar 5 menit kemudian soto sudah siap dihidangkan di atas meja. Nah, selain soto sebagai menu utama yang dipilih, kita juga bisa menambah 'hal lain' loh untuk dinikmati bersama si soto ini, ada balungan, ceker, jeroan dan entah apa lagi. Sayangnya saat saya kemari, semua itu habis tak bersisa, jadilah hanya menikmati sotonya disini.

Lain dari soto-soto pada umumnya, duh, soto satu ini disajikan dengan ditabur koya. Tau Koya kan? Bukan game online yang gemar dimainkan anak lelaki ituuu, oke nggi itu toya. Krik. Jadi yang membuat si Soto Lamongan ini mempunyai ciri khas adalah sajian koya-nya ini. Koya sendiri katanya sih ada yang terbuat dari kerupuk udang yang dihancurkan, tapi ada juga yang membuatnya dari ebi (udang) dicampur dengan aneka bumbu.

Soto Lamongan ini menurut saya, yang notabene berlidah Sunda, sangat enak deh. Range 5 of 5. Kekentalan kuah dan rasa gurih sotonya bener-bener serasa nendang di mulut *ceileh bahasanya*. Pantes terkenal banget dan laris manis, wong rasanya enak luar biasa. Ya, seperti yang udah kita tau kan, salah satu indikator yang menentukan suatu jenis kuliner itu enak atau tidak, salah satunya adalah banyak pembeli yang datang dan rasa enaknya yang beredar dari mulut ke mulut. :-D

Soto Lamongan Cak Har

Nah, kalau untuk minuman bisa milih berbagai jenis minuman sesuai selera. Mulai dari minuman botolan, es jeruk dan bahkan minuman palin konvensional, es teh manis hangat. Ha! Saya sendiri direkomendasikan untuk mencoba es teh manisnya dan bener ternyata enak. Berhubung saya nggak suka teh b*t*l dari jaman SD, terkecuali dalam keadaan kepepet, buat saya rasa es teh manisnya ini pas.. nggak terlalu manis dan nggak terlalu pahit. pas pokonya pas!




Tertarik untuk mencoba? :-D



Salam Pecinta Kuliner, Salam JalanJajan!
agistianggi

Komentar

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …