Langsung ke konten utama

Wisata Lumpur Lapindo, Sidoarjo!

Agak aneh sih sebenarnya, ada yang janggal ketika saya pun akhirnya mengetikkan judul untuk cerita ini. Wisata-lumpur-Lapindo.. Iya, Lumpur Lapindo, tempat terjadinya bencana yang sangat dahsyat beberapa tahun silam akibat meluapnya lumpur dari dalam bumi yang menyebabkan tergenangnya banyak kawasan pemukiman penduduk, lahan pertanian dan kawasan perindustrian. Lumpur Lapindo ini terletak di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.

Lumpur masih terus menyembur, asap putih masih terlihat mengepul dari tempat saya melihat lokasi, yang katanya merupakan pusat semburan lumpur. Padahal dari tempat saya berdiri ke pusat asap itu terlihat sangat jauh, entah berapa kilometer jauhnya, jadi bisa dibayangkan seberapa besar lokasi yang terendam lumpur tersebut ya. Ribuan rumah terendam lumpur, sawah, lokasi industri, mesjid dan lain sebagainya tak luput dari hantaman gunungan lumpur lapindo.


Saya sendiri melewati kawasan lumpur lapindo dari arah Sidoarjo saat hendak ke Malang. Seperti biasa, sekalian kemari dan menghilangkan rasa penasaran saya minta untuk mampir sejenak kemari lalu melihat-lihat keadaan sekitar. Ibaratnya, sekali merengkuh dayung, satu dua tiga pulau terlampaui. Krikkk, gie..






Kesan pertama saat memasuki kawasan ini pertama kali yang ada di benak saya cuma 'Subhanallah', sungguh ya kalau Allah sudah berkehendak tidak ada yang bisa melawan kuasanya. Hampir lebih dari 3 tahun desa-desa yang dulunya dihuni ribuan penduduk ini, sekarang berubah jadi lautan lumpur yang hampir seukuran rumah. Sejauh mata memandang pun, yang saya lihat hanya hamparan lumpur serta kepulan asap putih yang berasal dari pusat semburan lumpur.

Tanggul-tanggul yang dibuat untuk mencegah agar lumpur tidak semakin meluas ukurannya hampir setinggi bukit. Bahkan saat saya melihat dari atas tanggul ke jalanan itu jaraknya hampir sepantar dengan ruko dua lantai yang ada di seberang jalan, sedih rasanya melihat lokasi ini. Entah kenapa saya membayangkan, bagaimana perasaan saya jika saya yang terkena musibah seperti ini, duh.

Oya, untuk masuk ke wilayah lumpur lapindo ini kita harus menyiapkan uang sejumlah Rp. 10.000,- karena di lokasi tersebut ada sejumlah 'penjaga'-nya. Jadi kesimpulannya, wisata ini bukan wisata biasa! 












xx,
agistianggi

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …