Langsung ke konten utama

Genangan dalam Kenangan

Tanpa disadari nyatanya banyak makna kiasan dibalik rajutan kata. Dia itu seolah jelmaan suara dari dalam hati yang bereinkarnasi menjadi deretan nada, yang kemudian terdengar melalui serentetan irama. Terkadang tersimpan kenangan disetiap detik peristiwa. Ada tangis dibalik tawa ..karena disetiap masa, kita akan selalu menyimpan setidaknya satu cerita.

Layaknya satu episode film tanpa jeda, layaknya satu baris kata yang berjalan mengelilingi otak kita ..Semua terjadi secara sempurna seperti yang diarahkan oleh yang Maha Kuasa.

Lalu yang dapat kita lakukan adalah merekamnya menjadi melodi-melodi yang terngiang disebelah kanan kiri terlinga kita. Membisiki kita bermacam kata hina sampai cinta. Menggelitik mereka tanpa cela, yang terkadang menghasilkan tangis maupun tawa..

Yang dapat kita lakukan adalah merekamnya, membuat keping-keping adegan tersebut dalam bentuk 'gambar hidup' sebagai suatu sistem memori yang turut memenuhi kapasitas otak kita.. gambar yang terbangun dari berbagai macam susunan kejadian. Kalau hujan meninggalkan genangan, maka kita sebut ia kenangan.

Selanjutnya..

Kepingan adegan itu akan memenuhi tembok galeri pikiran kita. Membuat kita sejenak terdiam untuk sedikit menangis atau tertawa akan nostalgia pada masa. Kepingan itu akan terus berjalan seiring berjalannya waktu, berputar silih berganti. Gambar-gambar itu mungkin tidak akan menempel langsung, akan ada jarak, walaupun nyatanya tidak banyak.. Ada kalanya kita harus mengalami suatu peristiwa dulu untuk mengingatnya, sehingga saat ada sorotan ingatan mengenai hal itu kepada objek ..terciptalah bayang-bayang yang jatuh ke dasar pikiran kita. Jauh dan jauh lebih dalam lagi.

Kemudian bayang-bayang itu seolah membentuk suatu tema tersendiri, saling sambung menyambung yang tumpah tindih satu sama lainnya, berperang disana untuk menjadi yang pertama.. Namun terkadang, bayangan itu justru tercipta dalam bentuk gambar yang kabur, samar-samar. Lalu ada yang berlomba disana, mencari-cari, saling bertanya kesana kemari ..untuk menjawab teka teki.

Lalu kamu mulai bingung.. kamu mulai bertanya-tanya.. kamu mulai tidak tau harus berpegang kemana.. satu persatu pertanyaan mulai berterbangan seperti bunga putri malu yang sering kamu tiup di taman, bertebaran disapu angin, ditemani awan..

Apa itu? Siapa mereka? Apa yang mereka mau? Dan.. Apa sebenarnya yang kamu mau?

'Efek itu bernama kenangan, sayang', bisik seseorang.

'Oh ya?', tanyamu. 'lalu dimana dia sekarang? mengapa aku tidak bisa melihat dan menggenggamnya?'

'Dia tidak nyata, makanya dia diberi nama kenangan', jawab seorang lainnya. 'Kamu tidak bisa lagi melihatnya, apalagi menggenggamnya ..Karena kamu memilikinya, disana. Hanya ada disana, di hati kamu.'

Mereka adalah pikiran dan hati kita.


xx,
agistianggi

Komentar

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …