Hari ini kita melakukannya lagi sayang, berjalan bersama peluh yang sedari tadi meleleh karena teriknya sinar mentari. Memang siang itu ia terlihat lebih nakal dari biasanya. Tak apa, mungkin ia tersinggung melihat kita yang hampir-hampir menyainginya, hampir melupakannya, dan bahkan hampir membuat panasnya tak bermakna apa-apa dibanding semangat kita. Sayang, bersamamu aku merasa aman, nyaman, dan tenang. Kamu setia menemani langkahku setiap saat, bersama panas, hujan bahkan badai. Tanpamu hidupku menjadi sedikit rumit rasanya. Ah, entah apa jadinya jika hidupku tanpamu. Tak pernah terbayangkan olehku. Lihatkan, bagaimana hari-hariku menjadi lebih baik saat aku bersamamu. Jadi, kuatlah mendampingiku, jangan pernah pergi meninggalkanku. Oh ya, aku ingat awal perjumpaan kita. Hari itu sangat cerah. Bersama kawanku, sebelum kamu, kami berjalan menyusuri pertokoan di lantai dua. Entah kebetulan atau tidak, aku melihatmu, kamu begitu manis dan sederhana. Kamu terlihat paling hitam...