Langsung ke konten utama

Katanya, Diam itu Emas

Katanya diam itu ibaratnya emas.. Katanya sih demikian. Katanya, saat kita tidak memiliki kata bermakna untuk diucapkan, maka diam adalah pilihan paling mulia.

Bagi saya diam itu teman. Beberapa teman bilang kalau saya pendiam, mereka bilang saya lebih baik  berkata-kata tanpa nada. Saya memang lebih suka berdiam. Diam, bukan berarti saya kehabisan kata atau tak ada tanda tanya.. saya diam karena seringkali saya mencari kapan waktu yang tepat untuk bicara.

Bagi saya diam itu teman. Dalam diam kita bisa dengan tenang memperhatikan dan mendengarkan lidah yang sedang merajut kata dengan nada.. dalam diam seringkali kita bisa mendapatkan kejernihan pandangan akan suatu perkara.. dalam diam, diam-diam kita bisa menangis tanpa jeda.. dan dalam diam seringkali hati bisa tersenyum penuh makna.

Diam, bukan selalu berdiam. Bagi saya, yang saya sadari, sekali membuka suara entah berapa ribu kata yang akan meluncur tanpa diduga. Kata bisa jadi suatu persoalan yang luar biasa. Kata bisa menjadi suatu perkara panjang tak berjeda. Bahkan tak jarang seseorang bisa tergelincir bukan karena sebongkah batu besar, tapi bisa jadi karena satu kerikil yang tidak disangka. Kata itu bisa menjadi bencana..

Bagi saya diam itu teman. Bagi dia, 'diam' saya itu sesuatu yang harus dilawan.


xx,
agistianggi

Komentar

  1. emng ada yg percaya ya kmu pendiam? -.-

    BalasHapus
  2. pernah nulis tentang ke'diam'an juga karena di dunia nyata saya juga pendiem banget, klo gak dicolek gak bakal mbacok kok #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan rasa-rasanya aku pernah baca soal itu pas jalan-jalan di blognya mas priyo, hehe

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …