Langsung ke konten utama

Teman Setiaku..

Hari ini kita melakukannya lagi sayang, berjalan bersama peluh yang sedari tadi meleleh karena teriknya sinar mentari. Memang siang itu ia terlihat lebih nakal dari biasanya. Tak apa, mungkin ia tersinggung melihat kita yang hampir-hampir menyainginya, hampir melupakannya, dan bahkan hampir membuat panasnya tak bermakna apa-apa dibanding semangat kita.

Sayang, bersamamu aku merasa aman, nyaman, dan tenang. Kamu setia menemani langkahku setiap saat, bersama panas, hujan bahkan badai. Tanpamu hidupku menjadi sedikit rumit rasanya. Ah, entah apa jadinya jika hidupku tanpamu. Tak pernah terbayangkan olehku. Lihatkan, bagaimana hari-hariku menjadi lebih baik saat aku bersamamu. Jadi, kuatlah mendampingiku, jangan pernah pergi meninggalkanku.

Oh ya, aku ingat awal perjumpaan kita. Hari itu sangat cerah. Bersama kawanku, sebelum kamu, kami berjalan menyusuri pertokoan di lantai dua. Entah kebetulan atau tidak, aku melihatmu, kamu begitu manis dan sederhana. Kamu terlihat paling hitam bersinar diantara yang lainnya. Disana kamu berdiri dengan cantiknya, tinggi dan rupawan. Pita-pita berbunga yang menghiasimu dan membuatmu kian tampak cantik lagi menarik. Aku jatuh cinta padamu sejak saat itu. Kini, aku sudah memilihmu, sepenuhnya memilikimu..

Tak usah khawatir hidup bersamaku, aku akan selalu membantumu saat terjatuh. Aku akan merawatmu jika kamu terluka. Sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah berjanji untuk menjagamu. Walau kelak langkahku mulai linglung, ketika dihadapkan pada jalan menanjak dan berliku. Walau kakiku luka terkikis aspal jalanan yang menyebabkan ia panas memerah. Jangan khawatir, aku masih bisa memapahmu ketika kamu tergelincir, langkahmu meragu ataupun saat kamu takut meloncati lubang yang menganga.

Kota ini adalah sebuah pot besar yang menampung mimpi setiap orang didalamnya. Kita juga tidak mau ketinggalan untuk menanam dan memupuk mimpi disini. Kita berjuang untuknya dan berharap kelak mimpi itu menjelma menjadi nyata. Aku selalu senang beriringan denganmu. Dari gedung perkantoran tingkat dua puluh dua, hotel bintang lima, bahkan dari gang ke gang yang sempit disudut kota, di perempatan jalan, di emperan toko, disetiap lampu merah bahkan dalam sebuah kubangan air setelah hujan, kau setia menemaniku. Denganmu ada cinta, denganmu pula banyak cerita.

"Seberapa jauh lagi kita akan berjalan?", tanyamu sambil menatapku, masih tetap bersemangat.

Terima kasih selalu setia mendampingiku, terima kasih karena kamu sudah menemaniku sejauh ini, Sepatu. Kelak jika saatnya kamu tak lagi bisa menopangku, aku akan mencari pengganti yang tepat untuk menggantikan posisimu dikakiku. Memulai langkah baru.. mungkin dengan salah satu kawanmu. Jangan marah, Sepatuku.. Aku tetap menyayangimu.
xx,
agistianggi 

Tulisan Flash Fiction ini dibuat untuk memenuhi tugas Modul II Pelatihan Menulis Kabar Indonesia tema Sepatu.

Komentar

  1. sejak bilang cantik tinggi dan rupawan dah pasti bukan manusia deh, eh bener bul ngomongin sepatu

    BalasHapus
    Balasan
    1. harusnya aku tulis tampan dan rupawan ya biar dikira laki hehe

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …