Langsung ke konten utama

Museum Keraton Yogyakarta Memang Istimewa


Saat libur Natal dan Tahun Baru, Yogyakarta bisa jadi destinasi seru. Kalau mau pengalaman berbeda selain belanja dan makan di Yogya, yuk coba datang ke Museum Keraton Yogyakarta.

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Keraton Yogyakarta, merupakan pusat dari museum hidup kebudayaan Jawa yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mampirlah ke Museum Keraton Yogyakarta yang terletak di dalam area Keraton Yogyakarta.


Lukisan ini terdapat di salah satu gedung dalam kawasan Kraton Yogyakarta. Ketika berkunjung kemari Kraton sedang sepi pengunjung, lantas saya berjalan-jalan sendirian menyusuri satu per satu gedung. Namun tiba-tiba seorang abdi dalem menghampiri saya. Awalnya dia berbicara dalam bahasa Jawa yang pakem, setelah menjelaskan bahwa saya dari Sunda ia pun berusaha berbicara dalam bahasa Indonesia.

Sang abdi dalem menjelaskan bahwa tidak banyak orang tahu lokasi ini, kalaupun melihat tidak semuanya tertarik untuk berjalan kemari apalagi sampai masuk ke dalam. Konon beliau bilang hanya orang-orang terpilih yang diperkenankan masuk oleh 'yang punya tempat'.



Galeri foto disalah satu gedung kraton ini memajang gambar wajah-wajah para Raja dan Ratu dari sejak jaman dahulu kala. Dari awal pintu masuk sebetulnya saya sudah merasa sedikit ketakutan berhubung berkeliling sendirian, berpisah dengan teman lainnya, jadilah saya kemari hanya sekedar masuk sebentar, melihat sekilas dan langsung pergi lagi ke tempat-tempat lainnya di Keraton.


Untuk masuk ke dalam keraton, setiap orang dikenakan biaya tiket masuk seharga 5 ribu rupiah saja. Eits, tapi jika kita ingin berfoto-foto dalam kawasan kita juga diwajibkan membayar seribu rupiah sebagai perijinannya. Sungguh wisata budaya yang murah dan menambah wawasan.


Alat-alat musik yang kerap digunakan saat diadakannya berbagai acara kraton, seperti perayaan hari besar, hari keagamaan, perhelatan besar atau pernikahan keluarga kerajaan.

Barang-barang antik milik keraton yang dipajang di museum. Barang-barang yang ada disini sangat unik dan bahkan ada yang berusia lebih dari 100 tahun loh.




Patung dua orang abdi dalem sebelum memasuki kawasan Kraton Yogyakarta.


Tulisan lainnya bisa dibaca di detikTravel [http://travel.detik.com/agistianggi]




Kota Hujan, menjelang tengah malam..

Komentar

  1. Jogj salah satu kota yang wajib kita kunjungi sebelum kita di kunjungi isroil, jalan2 mulu neh nggi

    BalasHapus
  2. woalaaah pak pak.. mumpung masih bisa jalan2 hehe

    BalasHapus
  3. Selalu merindu jogja, begitu istimewa kota ini ;-)

    BalasHapus
  4. Tfs, adik kul dijgy, duami jg, bpk ibu jg skr lg liburan akhir thn ksn... Sptnya dirumh cm driku yg blm ke jgy #malahcurcol hehehe
    Salam kenal mbak

    BalasHapus
  5. anakku minta ke Jogja nih mbak tapi belum terlaksana :) semoga bisa segera kesana

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah ayo bun, banyak lokasi wisata yang wajib dikunjungiiiiii

      Hapus
  6. kirain mau mampir ke jogja lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ke Jogja ntar pasti hubungi mas priyo supaya bisa dijamu lagi haha

      Hapus
  7. Masuk kedalam museum klo sendirian mmg suka lain auranya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya lumayan pak, bikin bulu kuduk sedikit merinding hehe

      Hapus
  8. kalau saya ada kesempatan ke Jogja lagi, mau coba mampir kesini, ah :)

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …