Langsung ke konten utama

No Expectations, No Disappointments

Rasanya baru kemarin, tapi begitu banyak yang terjadi. Banyak cerita diujung telunjuk yang ingin sekali ditulis, tapi waktu terus berpacu dan saya menyerah, saya kalah.

Berpisah bertahun-tahun dari orang-orang tersayang dan kenyamanan membuat saya merasa berkembang secara personal. Pengalaman kemarin seperti sebuah pintu permulaan bagi saya mengingat perjalanan ke depan masih sangat panjang. Membuat saya melihat bahwa seharusnya kemarin-kemarin saya bisa lebih giat untuk berusaha menjadi lebih baik dan lebih berprestasi. Seharusnya demikian..




Sekarang waktu terus berjalan perlahan. Jika sebelumnya saya terlalu banyak ketakutan, memikirkan apa yang sekiranya akan terjadi kemudian. Sekarang saya mulai belajar untuk tidak menanam ekspektasi secara berlebihan. Prinsipnya sih, No Expectations, No Dissapointments. Ya gitu, apa yang kamu tanam maka itu pula yang kamu tuai, kan? setiap kali berekspektasi berlebihan, biasanya kekecewaan yang dirasakan juga luar biasa menyebalkan. Haha!

Tapi jangan juga diibaratkan sebuah skenario, jika kelak salah langkah atau semua ternyata berjalan dengan salah.. sebagai pemain hanya tinggal mengikuti arahan memerankan peran yang seharusnya dijalankan atau mungkin diharapkan. Menutupi jejak langkah yang salah, lantas berpura-pura tak tahu apa-apa. Berpura-pura tidak melakukan kesalahan. Tidak, jangan.

Pic source: here

Tidak berekspektasi berlebihan sama halnya dengan akan ada satu saat dimana kamu merindukan satu tempat, dan merasa sangat ingin pergi kesana. Sangat ingin. Tapi kamu tidak tahu bagaimana caranya untuk bisa sampai kesana. Jika tidak bisa berlari dengan kencang, maka berjalanlah perlahan.

Tidak berekspektasi berlebihan juga dengan mengurangi pemikiran dimana akan terasa menyenangkan sekali rasanya setiap saat bersama orang yang kamu anggap bisa membuat kamu tertawa, bukan? Bersama orang yang kamu percaya bisa memberikan perlindungan. Bersama orang yang menawarkan kenyamanan dan keamanan. Bersama orang yang setiap saat rasanya selalu kamu rindukan. Bersama orang yang dalam pikirannya tidak hanya memikirkan hiburan, liburan atau main bersama teman-teman. Bersama orang yang dalam rencana hidupnya kedepan selalu menyelipkan kata kalian..

ah, kan! Lagi-lagi ekspektasi saya berlebihan. Lupakan..



Semangat pagi dari Pandaan
walaupun sudah lewat tengah malam..

Komentar

  1. Semoga ekspektasi apapun yang dimiliki saat ini bisa terwujud dengan hasil lebih dari yang diharapkan ya Nggi. Less expectation bukan berarti tidak berharap sama sekali kan ya?

    BalasHapus
  2. aamiin, semoga bisa tercapai sih harapannya masdan, tapi tetep gaboleh terlalu berharap hehe. Ganti judul tulisan aja nih kayaknya jadi Few expectations, Less Dissapointments gitu ya? :D

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …