Postingan

Menampilkan postingan dengan label live life. love

STOP BEING PEOPLE PLEASER, PLEASE?

Terinspirasi dari postingan Bu Kinci beberapa waktu lalu. Saya baru sadar bahwa dari kecil saya tipikal orang yang begitu sulit untuk mengungkapkan emosi. Kadang jatuhnya mungkin bisa dibilang iri ketika lihat ada orang yang begitu gampangnya meluapkan emosi, kalau sedih ya tinggal nangis, marah ya ngomong atau jeleknya teriak, atau ketika nggak suka berani untuk speak up.  Mungkin setiap orang pelampiasannya berbeda-beda ya, ada yang suka mengalihkan dengan makan banyak atau enak, ada yang cenderung diem dipendem sendirian, dan kalau saya sendiri lebih suka melampiaskan ya kalo ga diem ya dengan beres-beres. Haha! Baru terasa baru-baru ini aja sih sebetulnya, setiap kali marah atau kesel pasti langsung bawaannya pengen bersih-bersih, entah itu sekedar nyapu, ngepel beresin perintilan dapur bahkan ngusrek kamar mandi! Serius, setelah itu kok rasanya hati agak legaan ya, aneh nggak sih? Ya balik lagi, mungkin itu juga yang akhirnya bikin orang jadi lebih berani macem-macem, karena b...

PERSIAPAN PERNIKAHAN DAN BLA BLA BLA...

Gambar
Ini gimana? Itu gimana? Anu gimana? Una gimana? Ah! Kok kayanya nggak habis-habis nyiapin ini-itu. Mungkin karena memang baru pertama kali dalam keluarga. Mungkin juga karena keterbatasan jarak saya yang berada diluar pulau, ingin semua persiapan sempurna tapi ya-gitu-deh. Terus terang, saya bukan penggemar kegiatan membuang-buang uang dalam jumlah yang besar dalam satu hari saja ( dibaca; resepsi ), sering kali lihat satu per satu teman nikah, saya malah justru belum terpikir mau pakai baju seperti apa, pelaminannya mau kayak gimana, maharnya apa, dan aneka apa-apa lainnya.. setelah melewati persiapan yang cukup riweuh rasanya cuma ingin bilang, 'Bisa nggak sih kita nikah di KUA aja? Satu jam kelar terus honeymoon ke Maccu Pichu. Oya, maharnya MacBook Pro aja ya, sayaaaang' hahaha dan jawabannya nggak bisa shay! Kalau mau dijabarkan alasannya bisa nyaingin antrian kendaraan di tol pasteur kalau lagi libur long weekend.

DENGAR, CUKUP DENGARKAN SAJA...

Hari ini saya awali dengan membuka mata karena terkejut dengan alarm handphone yang memang saya pasang dengan volume paling kuat, sedetik kemudian saya lanjutkan dengan membaca doa yang diajari Mama sedari balita. Selepas dua rakaat dipenghujung malam saya teringat untuk menghangatkan sisa masakan kemarin untuk sahur. Dan saat menulis ini saya sedang menikmati detik-detik menjelang imsak ditemani lantunan lagu dari playlist yang sengaja saya putar. Beberapa waktu ini saya merasa cuaca kurang bersahabat atau mungkin saja badan saya yang sedang rentan. Sudah hampir dua bulan ini rasanya sakit saya tidak berkesudahan walaupun kumatnya angin-anginan. Dan kalau sudah begini rasanya selalu mellow ingat rumah lalu tiap akhir pekan ingin pulang *gaya :|  Let Allah surprise you , adalah kalimat yang selalu saya tanamkan dalam hati ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan maupun hal baik sekalipun. Ya gitu, apapun itu memang jangan pernah mendahului ketentuanNya. Terkadang memang ...

EMANSIPASI ALA KARTINI MASA GINI...

Gambar
pic from here Terlintas pikiran dari sebuah pesan salah se- kian -orang teman yang menasehati saya agar tidak terlampau sering pulang malam. Sampai hari kemarin saat ceritanya orang-orang dengan semangatnya berbusana kebaya dalam rangka memperingati Hari Kartini, saya dan Tina malah terdampar di kantor sampai jam 8 malam, pakai kebaya. Haha, lucu sih jadinya. Sebuah perayaan emansipasi wanita ala Kartini masa gini..  Saya bukan tipikal orang yang workaholic , engga sama sekali, tapi ya kadang harus ada momen -apa-boleh-buat- atau -ya-mau-gimana-lagi- , gitu. Bicara soal emansipasi, bicara soal kesetaraan gender. Kadang saya rasa emansipasi wanita kini kesannya kok justru hiperbolis. Distorsi maknanya mulai merebak dan justru menciptakan kerancuan yang tak berujung. Di satu sisi wanita ingin diakui hak dan kemampuannya seperti laki-laki, disisi lain memang ada hal-hal yang tidak bisa wanita lakukan sendiri.  Emansipasi kerap digunakan sebagai payung perlindungan agar bi...

SEKILAS TENTANG JODOH

Gambar
Saat tiba dirumah akhir Maret lalu saya diberi sebuah paket dari salah seorang teman yang dikirimnya dari pulau nan jauh di seberang sana ke alamat rumah. Dan saat dibuka, buku ini menjadi salah satu isi didalamnya.. Buku Jodoh.. hmm. Entah apa maksudnya tapi saya haturkan terima kasih atas 'niat baiknya'. “Key, hidup harus terus diteruskan. Lingkaran waktu harus terus berputar. Dan, meski aku tak ingin pergi dan kamu tak ingin aku pergi, hidup sering kali harus dilanjutkan dengan cara yang tak kita inginkan.” Kalimat ini saya kutip dari novel Jodoh karya Fahd Pahdepie. Kalimat ini bukan kutipan yang paling saya suka memang, karena rasanya di setiap halaman terdapat banyak 'kata ajaib'. Dan jika harus menulis kutipan favorit dari novel ini, bisa-bisa saya menyalin setengah isi buku.

Definisi; Bahagia itu Sederhana [2]

Gambar
Dalam beberapa minggu sekarang hingga 2 bulan kedepan nampaknya memang akan sangat disibukkan urusan pekerjaan yang tak berkesudahan. Engga, saya bukan tipikal orang yang gila kerja, tapi memang untuk kali ini entah kenapa sibuk kesana-kemarinya lebih semangat rasanya. Lebih excited. Mungkin hayati mulai lelah cuma duduk-duduk lucu dibalik layar komputer tiap harinya, haha ceilah! Di kantor tempat saya bekerja, pun semua unit di seluruh Indonesia, semua pasti sedang disibukkan dengan urusan survey pencocokan basis data pelanggan soal TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan). Perihal pelanggan subsidi tepat sasaran. Dan untuk hal ini targetnya tak tanggung-tanggung jumlahnya. Bukan apa, kalau dipikir pakai logika dengan jumlah pegawai unit yang hanya belasan orang harus survey hampir 11 ribu pelanggan dalam waktu 40 hari rasanya nggak masuk akal. Baik, skip soal ini. Jadi, hampir 2 minggu ini keluar masuk desa untuk mendata masyarakat setempat sesuai denga...

Weekend + Free Time + Hobby = HAPPINESS!

Gambar
Apa yang kamu rasakan waktu pertama kali jatuh cinta? Pasti rasanya seperti ada sebuah tank di dalam hatimu sedang menembakkan peluru besinya ke udara, ya? Bumm! Bummmmm! Bisa jadi gemuruhnya sampai naik ke kepalamu atau bisa jadi seperti ada karnaval didalam sana. Ah, bahagianya. Bukan, bukan. Ini bukan soal jatuh cinta, kali ini bukan. Bukan pada seseorang tapi lebih kepada sesuatu. Kalau soal itu nanti saja, di saat yang benar-benar tepat dengan alasan yang hebat. Serahkan saja padaNya. Senyum. Kali ini mari belajar jatuh cinta pada diri sendiri. Ha, yap, do what you love, love what you do . Menggambarkannya dengan kalimat sederhana sebisa mungkin. Kalau versi buku 'How to be Interesting' sih katanya harus dengan tulus nikmati diri sendiri. Bagaimanapun memang iya sih, kekhawatiran bisa menghalangi pengalaman. Pergilah keluar. Nikmati hal-hal yang menurutmu kurang pas. Pasang mimik lucu. Tertawa sepuasnya. Bersenandung saat dengar musik. Jadilah diri sendiri. Beri izin...

Bright Welcome to 2016, Hello!

Gambar
Alhamdulillah. Hanya kata itu yang terucap saat melewati pergantian tahun ini.  Karena tahun baru bukan soal jam 12 yang menunjukan pergantian hari seiring  dengan pergantian tahun, tapi tentang hari dimana menghabiskan waktu bersama  keluarga dalam kebersamaan yang beberapa tahun ini agak sulit untuk sering  dilakukan. Tentang dengan siapa kamu memilih untuk menikmati setiap waktu yang  kamu punya. Karena ternyata ya memang benar katanya, pada akhirnya yang  membuat hidup layak dijalani adalah perihal kepada siapa kamu berbagi  kebahagiaan setelah kerja yang melelahkan.  Menikmati pergantian tahun masehi dengan bisa menatap wajah ummu sembari  dipeluk erat adik tersayang jadi hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata s aking senangnya. Atau menggoda Abah yang sibuk bakar jagung untuk anak-anak  santri yang ikut meramaikan acara makan-makan selepas pengajian. Si anak ABG?  Cuma sibuk dengan handphone, headset, dan la...

Quarter Life Crisis..

Gambar
Pic from Pinterest Saya tersenyum geli sendiri menuliskan judul diatas, Quarter Life Crisis, haha! Bukan apa, agak sensitif, rasanya agak gimana gitu ya. Menjelang Quarter Life Crisis, soal tujuan hidup di seperempat abad kehidupan jadi semacam 'trending topic' bahkan dalam setiap obrolan ringan. Dalam kesempatan berdiskusi dengan beberapa orang teman sempat terbersit pertanyaan akankah kita benar-benar bekerja dan hidup sesuai passion kita, atau hanya memaksakan keadaan karena.. konon katanya hidup benar-benar kejam. Lebih kejam dari Ibu tiri apalagi Ibu Kota. Cie, alamak. Kadang saya sering merasa kok sekarang ini rasanya sulit banget ya untuk menemukan sebuah keheningan. Things get so noisy. Semacam hiruk pikuk yang nggak berkesudahan. Dulu rasanya biasa aja tiduran di kamar sambil denger siaran radio lokal atau puter kaset pita -pada jamannya- tanpa sibuk sama gadget. Gitu aja udah terasa sangat menyenangkan. Sekarang? Adiksi terhadap sosmed di era digital ini bik...

Mengubah Pola dengan Perspektif Berbeda

Gambar
"Setiap hari kami belajar: Bahwa Tuhan Maha Kaya dan milikNya lah segala sesuatu di langit dan di bumi, bahwa Ia Maha Menghitung tetapi sekaligus Maha Mengampuni, bahwa Allah Maha Menguasai Segala Sesuatu.  Saya mengangguk. Tak ada manusia yang tak memiliki beban dalam hidupnya. Bahkan para rasul pilihan Tuhan sekalipun. Laa nufarriqy bayna ahadin-min rusulih , tak ada yang dibeda-bedakan, semua akan menghadapi masalahnya masing-masing. "Kita punya Allah. Selama Allah bersama kita, semua akan baik-baik saja." Kalimat Rizqa yang terakhir benar-benar membuat saya jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang dari sebelumnya. Tiba-tiba terasa, ayat terakhir dari surat Al-Baqarah benar-benar bermakna untuk menguatkan hati siapa saja yang cemas: Laa yukallifuLlahu nafsan illa wus'aha . Allah tidak akan membebani seseorang dengan sesuatu yang tak sanggup dipikulnya. Allah tak akan membebani hambanya di luar kesanggupannya. ... Dan hari ini saya men...

#MainSebentar; Menjelajahi Pantai Rambak Bangka

Gambar
Dalam rangka bosan karena hampir beberapa minggu belakangan disibukkan dengan aneka urusan ini itu soal pekerjaan, soal pelimpahan kerjaan karena salah seorang teman kantor yang cuti melahirkan, soal SPI, soal sibuk pindahan dan lain sebagainya. Akhirnya aku dan seorang teman, Kawells, minggu lalu nekat berduaan pergi ke salah satu kawasan pantai di Sungailiat naik motor. Awalnya kami sempat ragu juga mengingat asap yang memang juga sedang cukup pekat beberapa hari kebelakang. Tapi tanpa pikir panjang akhirnya pagi itu kami pergi juga untuk main sebentar, dengan perjanjian awal nantinya akan dilakukan pergantian shift bawa motor! Ha! Bahasamu, nak nak. Sebetulnya aku sih yakin aja bisa bawa motor seharian kalau inget perjalanan di Bali selama 4 hari sendirian, berhubung ini boncengan jadi lain ceritanya. Selain asap, hal lain yang jadi masalah adalah operasi zebra yang sedang marak dilakukan pihak kepolisian. Kenapa panik? Karena kami berdua sama-sama belum punya Surat Izin...

Potongan-Potongan Kebahagiaan

Gambar
Senyum menyambut kehadiranku sepulang berlibur dari Bali akhir Agustus lalu di Bandara Husein Sastranegara. Senyum Abah dan adik perempuan kesayanganku. Seperti biasa, adikku menciumku disetiap sudut wajah, dan aku selalu dibuat tertawa karenanya. Aku mengecup tangan papa, dan papa mengelus kepalaku lembut. 'Sehat, kak? Kok item banget' , itu komentar pertama yang ia lontarkan saat melihatku. Ada senyum bahagia juga getir diantara keduanya. Aku hanya bisa tersenyum. Sepanjang jalan aku berceloteh kesana-kemari menceritakan bagaimana keseruan solo-traveling di Bali selama 4 hari. Bagaimana keteledoranku meninggalkan tas di toilet bandara dan baru ingat saat keluar terminal, bagaimana aku bertemu Pak Made, bagaimana aku masih sering salah berbelok kiri dan kanan saat 'mbak google maps' menunjukkan arah, bagaimana aku bisa mendatangi begitu banyak tempat tanpa tau jalan selama disana, bagaimana aku berkenalan dengan orang pribumi juga bule-bule yang aku temui dan yan...

Lawang Sewu dan Kisah Seribu Pintu

Gambar
Bandung, 23 Juli 2015 Stasiun Bandung. Bunyi Peluit. Dan perjalanan ini dimulai.. Ada perasaan aneh yang aku rasa sebelum memulai perjalanan ini. Ada hal yang berbeda dan menyesakkan dada. Sempat termenung beberapa lama hingga akhirnya suara panggilan penumpang untuk naik kereta dikumandangkan lewat pengeras suara. Senyum petugas check-in yang terlihat kurang bersemangat, entah karena kelelahan atau karena dia piket jaga malam dan belum tidur seharian, entahlah. Aku pun hanya membalas senyum dengan seadanya. Pikiran yang mengawang keluar jendela memunculkan satu persatu memori yang seharusnya tidak datang. Untuk menenangkannya aku hanya bisa menarik nafas panjang.. Perjalanan malam Bandung – Semarang ini cukup melelahkan, tapi aku malah tidak bisa tidur semalaman. Pikiranku berjalan-jalan sepanjang malam. ***

#3 || Dari Pantai Penyusuk Hingga Menyebrang ke Pulau Putri

Gambar
Walaupun udah terhitung dua kali main ke Pantai Penyusuk. Selama ini hanya baru mendengarkan mengenai Pulau Putri melalui cerita-cerita teman yang sudah berkunjung kesana. Pagi sabtu itu, matahari cerah menemani kami berangkat dari Pangkalpinang menuju Belinyu.  Perjalanan dari Pangkalpinang ke Belinyu membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam perjalanan. Setelah Pantai Romodong jadi destinasi pertama, Pulau Putri jadi tujuan untuk bermain air seharian. Wohooo! Matahari semakin tinggi, kami tiba di Belinyu.. Perjalanan dari Belinyu ke Penyusuk sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi karena akses jalan yang kecil, dan tidak adanya petunjuk arah sehingga membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk menuju Pantai ini. Kami juga sempat beberapa kali bertanya pada penduduk setempat.

#2 || Pantai Romodong dan Cerita di Balik Dua Batu Raksasa

Gambar
Semenjak tinggal di pulau yang penuh dengan kawasan wisata, main ke pantai bagi saya bukan lagi liburan sebutannya, tapi cuma sebatas jalan-jalan aja. Mungkin sedikit jenuh juga kali ya, berhubung transportasi yang minim dan tempat hiburan yang 'itu-itu' aja. Karena biasanya yang namanya liburan itu go somewhere out there, get lost and suddenly in the middle of nowhere -gitu hahaha. Nah, jalan-jalan kali ini sebetulnya agak mendadak karena ada yang mau ngasih surprise datang tiba-tiba tapi gagal lantaran keburu panik denger saya beli tiket balik ke Bandung, krik! *** Jumat pagi saya membawa sepeda motor saya menuju bandara Depati Amir. Setelah menunggu beberapa lama, senyum kami bertemu ketika dia keluar dari pintu kedatangan. Seperti biasanya. Sebetulnya dia bilang dari awal agar saya membuat itinerary rinci tempat-tempat yang bisa kami kunjungi saat dia kemari, seperti yang dia lakukan ketika saya mengunjunginya di Surabaya beberapa tahun lalu. Tapi, berhubung leb...

Perempuan Kesayangan

Aku mengenal seorang perempuan yang mencintai laut. Katanya, laut adalah hidup yang melahirkan kehidupan. Katanya, laut semacam arena yang luas tak berbatas di kepalanya. Katanya, laut semacam riak arus hidup yang tak berkesudahan, seolah diterpa angin dan selalu kejar-kejaran. Katanya, laut semacam gambaran setiap kehidupan. Selalu bergerak, berubah, tidak dapat ditebak. Itulah mengapa ia sangat menyukai laut. Alasan yang sangat sederhana, kataku. Dia mencintai sesuatu yang mengajarkan kehidupan. Seperti itu ia mencintai ibunya. Dia memiliki mata yang unik—kornea matanya berwarna coklat kehitaman. Kantung matanya mengisyaratkan berapa lama waktu ia tidur setiap malam. Sesekali terlihat ia menghela nafas panjang, bukan mengeluh, hanya sebuah refleks tubuh ketika ia mulai sangat kelelahan. Senyumnya lebih menenangkan dari apapun juga. Ketika ia bersedih, bibirnya menjadi tempat yang menampung segala duka yang ia tuang dalam doa. Dia lebih suka meminum air matanya sendiri daripada ...

#Lesson Of The Day

".....When you raise your salary, don't raise your standard of living but raise your standard of giving." *) #LessonOfTheDay 

Pembanding; Refleksi

Gambar
pic source Tanpa disadari entah seberapa sering kita membandingkan apa yang kita inginkan dengan apa yang saat ini kita miliki, kan? Menuntut Tuhan untuk memberikan setiap hal yang kita inginkan, dan  seringkali dengan begitu mudahnya melupakan apa yang telah ia berikan. Sulit sekali rasanya untuk mengajak berdamai logika ketika kita melihat hal sebagai pembanding. Logika kerap meluncurkan satu persatu sangkalan dimana pembanding dan hal yang dibandingkan mempunyai satuan yang berbeda. Jika, pembanding adalah x dan yang dibandingkan adalah y, maka menurut saya hasil yang didapat bisa jadi a, b, c ataupun z. Sesuai dengan apa yang kita inginkan, yang kita pikirkan, yang kita harapkan.

Berhenti Sejenak

Gambar
pic from here Hey, kemana saja selama ini? Untuk sekian kali beberapa orang teman dalam suatu komunitas yang saya ikuti bertanya, baik melalui chat facebook, blackberry messenger , maupun grup Line kami. Juga menjadi pertanyaan dalam blog saya dari beberapa orang yang sedang berkunjung. Disertai segudang pertanyaan lain dari orang-orang terdekat, beberapa dari mereka mengikuti rentetan cerita yang tertulis dalam blog ini.  *** Saya ada. Saya disini. Hanya saja saya sedang tidak kemana-mana. Sedang memutuskan untuk tidak banyak melakukan apa-apa. Memutuskan untuk berhenti sejenak. Memutuskan untuk memikirkan tanpa berkata-kata, tanpa angka maupun baris kata. Saya memutuskan berdiam dari bercerita, memutuskan untuk tidak berjalan-jalan dalam rentetan kisah. Menikmati hari-hari yang biasa, bekerja, bermain, bercanda tawa, bertegur sapa , menyimpan hal-hal menarik dan baik maupun buruk hanya untuk diri saya saja. Untuk sementara.

Mencoba Belajar Berpikir dengan Sederhana

Gambar
Belajar banyak, banyak belajar. Banyak berpikir, berpikir banyak.... Pikiran tak ubahnya seperti dua sisi mata uang, di satu sisi bisa muncul kesenangan tapi juga disertai kekecewaan atau perasaan-perasaan lainnya yang datang bersisian dan dalam waktu bersamaan. Saya tipikal orang yang terlalu banyak berpikir 'kalau begini nanti begitu, kalau begitu nanti begini dan bla bla bla' . Termasuk juga munculnya ketakutan demi ketakutan tak beralasan dan hipotesa tanpa dasar. Saya tipikal orang yang ketika melakukan sebuah percakapan dengan seseorang kemudian masih menyisakan banyak remah-remah pertanyaan di pikiran tapi tak pernah ditanyakan, tidak pernah diutarakan. Hingga akhirnya masih ada banyak sisa-sisa tanda tanya yang disimpan. Masih banyak teka teki yang entah apa jawabannya.