26 Mei 2014

Mencoba Belajar Berpikir dengan Sederhana

Belajar banyak, banyak belajar. Banyak berpikir, berpikir banyak....

Pikiran tak ubahnya seperti dua sisi mata uang, di satu sisi bisa muncul kesenangan tapi juga disertai kekecewaan atau perasaan-perasaan lainnya yang datang bersisian dan dalam waktu bersamaan.

Saya tipikal orang yang terlalu banyak berpikir 'kalau begini nanti begitu, kalau begitu nanti begini dan bla bla bla'. Termasuk juga munculnya ketakutan demi ketakutan tak beralasan dan hipotesa tanpa dasar. Saya tipikal orang yang ketika melakukan sebuah percakapan dengan seseorang kemudian masih menyisakan banyak remah-remah pertanyaan di pikiran tapi tak pernah ditanyakan, tidak pernah diutarakan. Hingga akhirnya masih ada banyak sisa-sisa tanda tanya yang disimpan. Masih banyak teka teki yang entah apa jawabannya.



Dari sekian banyak pembicaraan berbulan-bulan lamanya dengan seorang teman, saya selalu terhenyak dengan apa yang dia pikirkan.. selalu sesuatu yang tidak biasa rasanya, yang kerap tidak terpikirkan sama sekali.

Dia selalu berpikiran sederhana. Ketika seseorang bertanya, 'Kenapa bukan A?'. Dengan tegas dia bilang, 'Soalnya bukan B'. Get it? Atau gini deh contoh simpelnya..

'Kenapa disimpan diatas?' Jawabnya pasti 'Soalnya nggak dibawah'.
'Kenapa di kanan?' Jawabnya pasti, 'Soalnya nggak di kiri'.
'Kenapa jomblo?' Jawabnya pasti, 'Soalnya tidak punya pacarrrrr'.

HAHAHA!

Sesederhana itu.

Andai masalah-masalah yang datang bisa dianalogikan dengan pertanyaan dan jawabannya seperti itu, ah indahnya hidup, sepertinya. Tapi mencoba untuk belajar berpikir sesederhana itu juga bisa mulai dicoba dari hal sederhana. Hitung-hitung sedikit demi sedikit mengurangi beban pikiran. Sesederhana itu.

Sesederhana kamu terpikir bagaimana jika kelak takdir mengambil peran besar mempertemukan kamu dengan seseorang. Dan bagi saya ketika takdir memutuskan untuk membiarkan saya bertemu orang-orang ini, disini, ditempat ini, saling mengenal, dengan cara yang terlalu indah untuk dikatakan hanya sebagai sebuah kebetulan.

Lagi lagi, sesederhana itu..



Prabumulih, sepulang evaluasi dari Palembang
anw, happy birthday princess ciska & asti.
mmmuaaaahh! :3


4 komentar:

  1. mbak Anggi sepertinya tipe melankolis, yang banyak pertimbangan. Itu bagus daripada menyesal di kemudian hari.
    Justru berpikir sederhana yg dicontohkan di atas (ala sanguinis) itu berbahaya. Taklid. Mengutip kata Pramoedya, "Bersikap adillah sejak dalam pikiran". Mempertimbangkan itu termasuk bersikap adil.

    Namun demikian, itu case by case sih, tergantung berat tidaknya apa yg dipikirkannya :)

    BalasHapus
  2. Itulah keajaiban kata-kata, bisa membuat sesuatu hal menjadi begitu sederhana dan menjadi begitu rumit. Tergantung bagaimana kita menyikapi permasalahannya... Mau enjoy ataupun jelimet?? Itu pilihan kita... Tetap semangat yah panda...:)

    BalasHapus
  3. selamat, anda terpilih dapat liesbter award dari saya. :D cek di sini >> blognyayandi.blogspot.com/2014/06/liebster-award.html
    di tunggu postingannya ;)

    BalasHapus
  4. terimakasih min atas infonya. sangat berguna sekali buat saya apalagi saya membutuhkan info ini. thanks ya min.
    by admin : Belajar Search Engine

    BalasHapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...