Langsung ke konten utama

Mencoba Belajar Berpikir dengan Sederhana

Belajar banyak, banyak belajar. Banyak berpikir, berpikir banyak....

Pikiran tak ubahnya seperti dua sisi mata uang, di satu sisi bisa muncul kesenangan tapi juga disertai kekecewaan atau perasaan-perasaan lainnya yang datang bersisian dan dalam waktu bersamaan.

Saya tipikal orang yang terlalu banyak berpikir 'kalau begini nanti begitu, kalau begitu nanti begini dan bla bla bla'. Termasuk juga munculnya ketakutan demi ketakutan tak beralasan dan hipotesa tanpa dasar. Saya tipikal orang yang ketika melakukan sebuah percakapan dengan seseorang kemudian masih menyisakan banyak remah-remah pertanyaan di pikiran tapi tak pernah ditanyakan, tidak pernah diutarakan. Hingga akhirnya masih ada banyak sisa-sisa tanda tanya yang disimpan. Masih banyak teka teki yang entah apa jawabannya.



Dari sekian banyak pembicaraan berbulan-bulan lamanya dengan seorang teman, saya selalu terhenyak dengan apa yang dia pikirkan.. selalu sesuatu yang tidak biasa rasanya, yang kerap tidak terpikirkan sama sekali.

Dia selalu berpikiran sederhana. Ketika seseorang bertanya, 'Kenapa bukan A?'. Dengan tegas dia bilang, 'Soalnya bukan B'. Get it? Atau gini deh contoh simpelnya..

'Kenapa disimpan diatas?' Jawabnya pasti 'Soalnya nggak dibawah'.
'Kenapa di kanan?' Jawabnya pasti, 'Soalnya nggak di kiri'.
'Kenapa jomblo?' Jawabnya pasti, 'Soalnya tidak punya pacarrrrr'.

HAHAHA!

Sesederhana itu.

Andai masalah-masalah yang datang bisa dianalogikan dengan pertanyaan dan jawabannya seperti itu, ah indahnya hidup, sepertinya. Tapi mencoba untuk belajar berpikir sesederhana itu juga bisa mulai dicoba dari hal sederhana. Hitung-hitung sedikit demi sedikit mengurangi beban pikiran. Sesederhana itu.

Sesederhana kamu terpikir bagaimana jika kelak takdir mengambil peran besar mempertemukan kamu dengan seseorang. Dan bagi saya ketika takdir memutuskan untuk membiarkan saya bertemu orang-orang ini, disini, ditempat ini, saling mengenal, dengan cara yang terlalu indah untuk dikatakan hanya sebagai sebuah kebetulan.

Lagi lagi, sesederhana itu..



Prabumulih, sepulang evaluasi dari Palembang
anw, happy birthday princess ciska & asti.
mmmuaaaahh! :3


Komentar

  1. mbak Anggi sepertinya tipe melankolis, yang banyak pertimbangan. Itu bagus daripada menyesal di kemudian hari.
    Justru berpikir sederhana yg dicontohkan di atas (ala sanguinis) itu berbahaya. Taklid. Mengutip kata Pramoedya, "Bersikap adillah sejak dalam pikiran". Mempertimbangkan itu termasuk bersikap adil.

    Namun demikian, itu case by case sih, tergantung berat tidaknya apa yg dipikirkannya :)

    BalasHapus
  2. Itulah keajaiban kata-kata, bisa membuat sesuatu hal menjadi begitu sederhana dan menjadi begitu rumit. Tergantung bagaimana kita menyikapi permasalahannya... Mau enjoy ataupun jelimet?? Itu pilihan kita... Tetap semangat yah panda...:)

    BalasHapus
  3. selamat, anda terpilih dapat liesbter award dari saya. :D cek di sini >> blognyayandi.blogspot.com/2014/06/liebster-award.html
    di tunggu postingannya ;)

    BalasHapus
  4. terimakasih min atas infonya. sangat berguna sekali buat saya apalagi saya membutuhkan info ini. thanks ya min.
    by admin : Belajar Search Engine

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …