31 Mei 2015

#3 || Dari Pantai Penyusuk Hingga Menyebrang ke Pulau Putri

Walaupun udah terhitung dua kali main ke Pantai Penyusuk. Selama ini hanya baru mendengarkan mengenai Pulau Putri melalui cerita-cerita teman yang sudah berkunjung kesana. Pagi sabtu itu, matahari cerah menemani kami berangkat dari Pangkalpinang menuju Belinyu. Perjalanan dari Pangkalpinang ke Belinyu membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam perjalanan. Setelah Pantai Romodong jadi destinasi pertama, Pulau Putri jadi tujuan untuk bermain air seharian. Wohooo!




Matahari semakin tinggi, kami tiba di Belinyu.. Perjalanan dari Belinyu ke Penyusuk sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi karena akses jalan yang kecil, dan tidak adanya petunjuk arah sehingga membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk menuju Pantai ini. Kami juga sempat beberapa kali bertanya pada penduduk setempat.


Sesampainya di Penyusuk, kami menghubungi nomor telepon yang tertera di pinggir pantai "Ojek Pulau Lampu". Dengan harga 20 ribu rupiah, kami diantarkan ke Pulau tujuan di sekitar penyusuk. Dari Penyusuk ke Pulau Putri hanya membutuhkan waktu 15 menit jika cuaca bagus.








Seperti biasanya, tumpukan batu granit berukuran besar seolah menyambut kedatangan para pengunjung kemari. Sebetulnya saya masih penasaran dari mana asalnya tumpukan batu-batu ini. Salah seorang teman pernah bercerita kalau dia baca -entah darimana- bahwa Pulau Bangka ini pecahan dari Pulau Bali. Seorang teman lagi lain lagi ceritanya, dia bilang bebatuan ini asalnya dari letusan gunung toba yang meletus luar biasa jutaan tahun lalu.

Oya, dari beberapa pengalaman kemari sih rasanya memang lebih bagus ke pantai saat gak musim penghujan. Soalnya kalau musim penghujan gitu air lautnya jelek, jadi kecoklatan gitu di pesisirnya. Tapi kalau pas musim panas juga nggak ketulungan sih panasnya. 





Setelah puas berenang disiang bolong yang mengakibatkan kulit kami berdua merah terbakar, akhirnya kami berkeliling pulau. Sayangnya di pulau ini fasilitas umumnya belum tersedia, jadi untuk mandi pun harus pulang dulu ke Pantai Penyusuk dengan minta jemput abang ojek kapal yang mengantar kami kemari sebelumnya.

Mengitari pulau ini juga nggak sampai 15 menit rasanya karena memang lumayan kecil. Lucunya disini ada ayunan tengah pulau dan semacam arena permainan untuk anak-anak. Lucuk sih.







Dan akhirnya waktu yang semakin menjelang sore membuat kami harus segera bersiap pulang, mengingat perjalanan panjang yang harus dilalui ke Pangkalpinang. Eh, ternyata ada musibah ditengah jalan, ban kendaraan kami bocor ditengah hutan dan jarak perkampungan penduduk yang lumayan jauhnya. Hiks. Akhirnya cuma bisa ketawa-ketawa getir, khawatir antara mau hujan dan kekonyolan yang dilalui hari itu. Setelah melalui banyak hal menyenangkan, pasti ada akhir yang diluar dugaan. As always :))




Bandung, Mei, akhir bulan...


Terima kasih ya, nopaleoo. Selamat 25 tahun 11 bulan yah :)

5 komentar:

  1. Identik bgtt dg batu besar panti di situ, ya.
    Asyik bgttt liburannya iih!

    Btw, kalian dorong motor sampai berapa kilo? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa nih pasti selalu ada batu rata-rata pantainya, idah.

      dorongnya nggak jauh kok paling 1-2 kilo, abis itu ditolongin ibu-ibu baik dianterin naik motor :)

      Hapus
  2. batunya besar-besar banget ya

    BalasHapus
  3. Indahnya pantainyaaaaa
    Bebatuannya juga indah
    sukaaaa :)

    BalasHapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...