Langsung ke konten utama

#3 || Dari Pantai Penyusuk Hingga Menyebrang ke Pulau Putri

Walaupun udah terhitung dua kali main ke Pantai Penyusuk. Selama ini hanya baru mendengarkan mengenai Pulau Putri melalui cerita-cerita teman yang sudah berkunjung kesana. Pagi sabtu itu, matahari cerah menemani kami berangkat dari Pangkalpinang menuju Belinyu. Perjalanan dari Pangkalpinang ke Belinyu membutuhkan waktu lebih kurang 2 jam perjalanan. Setelah Pantai Romodong jadi destinasi pertama, Pulau Putri jadi tujuan untuk bermain air seharian. Wohooo!




Matahari semakin tinggi, kami tiba di Belinyu.. Perjalanan dari Belinyu ke Penyusuk sebenarnya tidak terlalu jauh, tetapi karena akses jalan yang kecil, dan tidak adanya petunjuk arah sehingga membutuhkan waktu lebih kurang 20 menit untuk menuju Pantai ini. Kami juga sempat beberapa kali bertanya pada penduduk setempat.


Sesampainya di Penyusuk, kami menghubungi nomor telepon yang tertera di pinggir pantai "Ojek Pulau Lampu". Dengan harga 20 ribu rupiah, kami diantarkan ke Pulau tujuan di sekitar penyusuk. Dari Penyusuk ke Pulau Putri hanya membutuhkan waktu 15 menit jika cuaca bagus.








Seperti biasanya, tumpukan batu granit berukuran besar seolah menyambut kedatangan para pengunjung kemari. Sebetulnya saya masih penasaran dari mana asalnya tumpukan batu-batu ini. Salah seorang teman pernah bercerita kalau dia baca -entah darimana- bahwa Pulau Bangka ini pecahan dari Pulau Bali. Seorang teman lagi lain lagi ceritanya, dia bilang bebatuan ini asalnya dari letusan gunung toba yang meletus luar biasa jutaan tahun lalu.

Oya, dari beberapa pengalaman kemari sih rasanya memang lebih bagus ke pantai saat gak musim penghujan. Soalnya kalau musim penghujan gitu air lautnya jelek, jadi kecoklatan gitu di pesisirnya. Tapi kalau pas musim panas juga nggak ketulungan sih panasnya. 





Setelah puas berenang disiang bolong yang mengakibatkan kulit kami berdua merah terbakar, akhirnya kami berkeliling pulau. Sayangnya di pulau ini fasilitas umumnya belum tersedia, jadi untuk mandi pun harus pulang dulu ke Pantai Penyusuk dengan minta jemput abang ojek kapal yang mengantar kami kemari sebelumnya.

Mengitari pulau ini juga nggak sampai 15 menit rasanya karena memang lumayan kecil. Lucunya disini ada ayunan tengah pulau dan semacam arena permainan untuk anak-anak. Lucuk sih.







Dan akhirnya waktu yang semakin menjelang sore membuat kami harus segera bersiap pulang, mengingat perjalanan panjang yang harus dilalui ke Pangkalpinang. Eh, ternyata ada musibah ditengah jalan, ban kendaraan kami bocor ditengah hutan dan jarak perkampungan penduduk yang lumayan jauhnya. Hiks. Akhirnya cuma bisa ketawa-ketawa getir, khawatir antara mau hujan dan kekonyolan yang dilalui hari itu. Setelah melalui banyak hal menyenangkan, pasti ada akhir yang diluar dugaan. As always :))




Bandung, Mei, akhir bulan...


Terima kasih ya, nopaleoo. Selamat 25 tahun 11 bulan yah :)

Komentar

  1. Identik bgtt dg batu besar panti di situ, ya.
    Asyik bgttt liburannya iih!

    Btw, kalian dorong motor sampai berapa kilo? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa nih pasti selalu ada batu rata-rata pantainya, idah.

      dorongnya nggak jauh kok paling 1-2 kilo, abis itu ditolongin ibu-ibu baik dianterin naik motor :)

      Hapus
  2. batunya besar-besar banget ya

    BalasHapus
  3. Indahnya pantainyaaaaa
    Bebatuannya juga indah
    sukaaaa :)

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …