Langsung ke konten utama

Travelling, Selfie dan Curhatan Anak Rantau


travelmate
Sejak punya hobi baru share #ExploreBangka, anak dua ini, Wellsa dan Amrina, jadi sering banget ngajak jalan. Berhubung punya mainan baru juga sekarang jadi sering banget jalan-jalan cuma sekedar buat hunting foto-foto lucuk! Kadang bertiga, kadang berempat, kadang berdua, kadang banyakan, tapi lebih seringnya sih bertiga aja. Dulu sih transportasi jadi salah satu alasan susah diajak jalan, berhubung sekarang udah punya kendaraan jadi bisa sering jalan di Pangkalpinang dan sekitarannya.

Berhubung tempat hiburan di pulau ini minim sekali, mall gitu-gitu aja, dan alasan lain yang pada akhirnya membuat kami lebih memilih pantai jadi solusi liburan yang 'asik' dan murah meriah. Hiburan menyenangkan satu-satunya ya foto-foto sampai memory card full kapasitasnya hahaha. Saya sih kemana pun, mau jauh mau deket, kalau judulnya udah jalan-jalan mah hayuk aja.



Bulan depan tepat hampir satu tahun saya tinggal di kepulauan ini ternyata. Time flies. Kadang masih suka bengong nggak percaya kalau waktu cepet banget berlalunya. Eh atau, kadang berpikir juga apa saya yang kurang menikmatinya ya. Dari awal penempatan di pulau ini sendiri bayangannya udah hopeless aja gitu. Alhamdulillah untungnya punya temen-temen riweuh kayak mereka ini, alhamdulillah.

Rasanya hampir tiap bulan jalan-jalan kesana kemari, pergi ke satu destinasi ke destinasi lainnya. Dan nggak ada satu tempatpun yang kami lewati tanpa selfie! Wohooo!





Entah ada berapa ribu foto di dalam folder liburan ini, yang saya inget sih pas lagi main ke Bangka Botanical Garden ini aja dalam 3 jam udah ada hampir 400 foto didalamnya. Krik! :))

Kadang suka ngerasa lucu aja sih kalau ketemu temen lama atau komen-komen dari update-an foto liburan saya di sosial media. Jadi rata-rata komennya sama 'Ih, kamu liburan mulu enak banget sih!' atau komen sejenis yang intinya ngomentarin update-an jalan-jalan.

Padahal mah ya kalau mau diladenin panjang urusaaaan haha, mereka mah taunya enak aja jalan-jalan. Emang enak sih, saya akui juga, tapi lebih enak mana sama mereka yang bisa tiap hari ketemu keluarganya, bisa anter jemput adiknya, bisa gampang ketemu temen-temennya, bisa nongkrong di mall atau pacaran tiap minggunya *eh* *keceplosan* aaaaaak! Yang sering bikin sedih itu saat orang tua sakit sih nggak bisa anterin berobat, cuma bisa kirim doa supaya mereka cepet sembuh. Selain itu juga sedihnya pas temen-temen deket banyak yang ngasih undangan nikahan, terus aku galau cuma bisa minta maaf karena nggak bisa hadir dan ujungnya titip beli kado ke teman yang bisa hadir ke resepsi. Berhubung tiket pesawat yang kadang menguras kantong :(



Saking terbiasanya hidup di tempat yang 'adem-ayem' jauh dari gambaran hiruk pikuk ibu kota, polusi udara dan gemerlap lampu kota, pas Mei kemarin saya menyempatkan pulang dua kali ke Bandung rasanya malah aneh. Macet, polusi dan hedonisme ala ala ibu kotanya kian menjadi. Saya merasa asing di kota yang pernah saya tinggali selama hampir 20 tahun. Bukan berarti saya nggak mau kembali ke Bandung, bukan. Semenjak punya Walikota kece, kang Emil, semua postingan warga Bandung bikin siapapun pasti ngerasa 'atuh-aku-mau-tinggal-di-Bandung-aja-titik!'

Nanti, akan ada waktunya saat saya benar-benar ingin kembali ke Bandung. Alasan pertama jelas, untuk gantian menjaga kedua orang tua yang kini mulai menua; Kedua, untuk membimbing adik-adik yang kelak beranjak remaja; Ketiga, jika diminta suami, misalnya.. aamiin-in aja dulu yak! ha.


Sekarang kuncinya cuma satu punya motto, 'Bersenang-senang dahulu, bersenang-senang kemudian'. Kalau dipikirin jadinya stress nggak karuan gitu sih orangnya. Lagi terus berusaha untuk menikmati setiap prosesNya. Kalau Pak Pelatih bilang, 'Hadapi, Hayati, Nikmati, Syukuri' InsyaAllah.. 



Sederhana saja: Saya hanya butuh hidup yang tenang, bersinergi dengan alam dan segenap isinya. Saya ingin menua dengan bahagia, melewatkan masa-masa muda dengan petualangan dan rangkaian cerita belajar serta menghargai kehidupan juga menghormati tiap-tiap kepercayaan yang ada.


Pangkalpinang, menjelang tengah malam
Semoga Juni-mu menyenangkan,  ya! Cheers*




*)Postingan edisi narsis, isinya foto pipi narsis semua disertai cerita random. Sekian dan terima kasih.

Komentar

  1. aku malah seneng banget bisa jalan-jalan kaya gitu, gak kaya diisni cuma bisa ke mal :)

    BalasHapus
  2. Wah enak jalan jalan, yok tak ajak jalan jalan nang medan kahahaha

    Jalan jalan bareng temen emang seru, kalo aku malah gak hobi jalan jalan, soalnya gak suka dalam perjalanan, klo ada pintu doraemon mungkin suka berwisata, yg buat gak suka itu perjalanan ke tempat wisatanya.

    BalasHapus
  3. Lama banget aku nggak maen kemari. Ternyata blogmu belum sempat aku masukkan ke daftar reader Feedly, hehehe. Tapi sekarang dah aku masukin, jadi klo ada update artikel baru langsung tahu lah. :D

    Anyway, sudah kerasan di Bangka toh? Aku belum sempat mampir ke Bangka. Lebih tepatnya sih bingung, antara Bangka dan Belitung mana yang lebih menarik buat dijelajahi duluan. Katanya pantai di sana bagus-bagus. Walaupun yg aku cari sebenernya sih air terjun, hehehe. Ada saran Nggi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah wah mas mawi ini hehe. kalo liburan pantai bagusan ke Belitung sih mas, dibandingkan Bangka ya. Kalo air terjun malah aku jarang denger mas disini :|

      Hapus
  4. keren keren mbak tempatnya :)
    bikin ngiriii

    BalasHapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …