Langsung ke konten utama

NIKMATNYA MAKAN BEDULANG IKAN GANGAN KHAS BELITONG

“Ayo, dimakan ikannya, nggak usah malu ya kalau disini,” Ujar Bude dengan bahasa Indonesia logat Melayu yang khas sambil menyodorkan semangkuk ikan dengan kuah kuning yang menggoda. Saya yang pada saat itu baru menginjakkan kaki di pulau Bangka dan baru mengenal Bude sekeluarga masih merasa kikuk berada dilingkungan baru. Sebagai perantau yang mendadak ‘ditampung’ dirumah orang yang bahkan hanya saya kenal dari temannya teman, Budhe dan keluarga keluarga sudah menjadi seperti rumah kedua buat saya diperantauan sekarang. “Eh, iya Bude, terima kasih”, ucap saya saat itu masih sungkan sembari mengambil sepotong kecil ikan yang tersaji. Hal yang kemudian saya sesali karena hanya mengambil potongan kecil :))

Pada suapan pertama saya dibuat berbinar-binar dengan rasa ikan ini. Enak banget, asli. Perpaduan rasa ikan dengan aroma kunyit yang kental, cabai rawit merah nan pedas, asam, serta potongan nanas muda menciptakan sensasi rasa segar, asam, gurih, dan pedas menggigit. Sajian yang detik selanjutnya saya kenal dengan nama Gangan, salah satu masakan khas dari Pulau Belitung, tempat kelahiran Bude.



Lahir dan besar di kota Bandung menjadikan saya cenderung jarang menikmati aneka sajian olahan laut. Sekalipun Ibu punya usaha catering dan kantin, untuk urusan masakan ikan Ia lebih sering memasak ikan darat ketimbang ikan laut. Namun setelah melewati perjalanan panjang terjal nan berliku hingga akhirnya kini saya terdampar di Kepulauan Bangka Belitung, Pulau yang terkenal akan keindahan wisata baharinya dan selanjutnya aneka penganan olahan hasil laut menjadi santapan sehari-hari.

Nah, jika selama ini kamu lebih sering menikmati ikan dengan cara dibakar atau digoreng, kuliner bernama Gangan yang satu ini sangat layak untuk dicoba. Sajian ikan yang dimasak dalam bentuk sup dengan rasa yang segar. Berbeda dengan sop ikan khas Cianjur yang disajikan dengan kuah bening, atau ikan pallumara, salah satu menu khas di Makassar, dengan kuah sedikit bening bahkan cenderung gelap kehitam-hitaman dengan dominasi rasa asam.


Gangan yang digadang sebagai salah satu makanan tradisional ini konon disebut-sebut tak pernah absen terhidang di meja makan warga Belitung loh. Usut punya usut penganan satu ini lebih nikmat disajikan dengan sambal lalap sembari dimakan bedulang, artinya makan bersama-sama sambil berkelakar (mengobrol).

Jenis ikan yang biasa dibuat gangan biasanya yaitu ikan ketarap, kakap merah dan krisi. Tidak ada aturan khusus pakai jenis ikan tertentu untuk memasak makanan ini, namun ikan yang paling populer untuk dimasak adalah ikan ketarap. Menurut informasi yang saya dapat dari Bude saat menanyakan resep, beliau bilang ikan ini aromanya lebih segar dan tidak amis pun teksturnya yang lembut dan sedikit berminyak menambah cita rasa gangan itu sendiri.

Untuk sensasi rasa, didalam sajian ganggan ada bumbu yang sangat mudah ditebak yaitu kunyit, kemiri, sereh, lengkuas, asam, cabai rawit merah pedas, asam, bawang merah, lengkuas serta potongan nanas muda. Oya, tambahan irisan nanas membuat rasa gangan menjadi lebih segar ketika kita mencicipi hidangan ini. Dan cabai asli dari Pulau Bangka-Belitung ini terkenal dengan rasa pedas yang amat kuat loh. Bumbu-bumbu inilah yang kemudian meresap ke dalam daging ikan yang agak berlemak dan membuat rasanya ciamik.

Soal kandungan gizi pasti kalian sendiri tau bagaimana kandungan gizi yang terkandung dalam ikan. Belum lagi aneka bumbu bahan rempah-rempah yang sudah pasti dijamin sehat tanpa aneka penyedap rasa apalagi bahan pengawet. Masakan yang kaya dengan sumber gizi terutama protein dari ikan sangat baik bagi pertumbuhan sel otak dan tubuh dipadu dengan rempah-rempat yang baik bagi kesehatan tubuh.

Penasaran dengan kesegaran rasa gangan? Jika kamu berwisata ke Belitung, jangan lupa untuk mampir ke warung-warung makan dan pesan menu gangan khas pulau Laskar Pelangi ini ya. 

Jadi teringat satu hal yang masih terngiang dikepala saya sejak menginjakkan kaki di pulau ini, setiap kali masuk ke sebuah tempat makan atau restoran, menu ikan maupun aneka jenis hasil laut lainnya pasti selalu tertera didalam daftar menu. Mulai dari berbagai jenis camilan, kerupuk dibuat dengan berbahan dasar ikan bahkan ada sajian mie yang diberi kuah ikan loh!



Yuk, coba rasakan nikmatnya makan bedulang ikan Gangan khas Pulau Laskar Pelangi ini ;)


***


Artikel ini dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Sarihusada untuk menjadi Petualang Jelajah Gizi Nutrisi untuk Bangsa ke Minahasa.












Komentar

  1. *langsung ngeces ngliatnya --"
    kalo makan emang enak sambil bedulang...biar kalo makan banyak ndak ketahuan..hihiihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idem, tossss dulu kita bang *happy tears* :')

      Hapus

Poskan Komentar


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Pos populer dari blog ini

Berendam Semalaman di Gracia Spa Resort Lembang

Bukan dalam rangka liburan, hanya sekedar main mendadak, sabtu kemarin saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk pergi ke tempat pemandian air panas atau sejenisnya. Selain setelah udah lama nggak kumpul-kumpul, juga ingin refreshing menghilangkan penat rasanya. Jadi berawal dari pesan singkat pagi itu, saya sih mengusulkan hanya sekedar makan-makan, atau beli bahan-bahan dapur untuk seperti biasa saya masak dirumah wishu, atau membeli aneka makanan dan kemudian mengobrol sepanjang malam dirumahnya. Tapi salah satu teman justru malah mengajak pergi ke pemandian air panas setelah sorenya ia tiba di Bandung.

Dari rumah saya tidak terburu-buru, sengaja tidak datang on-time, sengaja pergi justru setengah jam setelah waktu kami janjian di rumah Rhais. Kenapa? Karena pasti tetap saya yang datang pertama, baiklah, dan feeling saya benar. Setelah maghrib masih belum kumpul juga, baru saya, Wishnu dan tentunya Rhais yang punya rumah.

Ba'da Isya barulah bermunculan, duh memang kebiasa…

[DIY] Membuat Gelang dari Pita

Dalam rangka ngga-ada-kerjaan-entah-harus-ngapain, jadilah saya iseng-iseng membuat aksesoris dari bahan yang sudah ada. Memang bukan kali pertama sih buat gelang dari bahan pita, tapi ini jahitnya pake benang kain bukan senar jadi agak kurang gimanaaa gitu, terus masih agak mencong-mencong. Haha tapi yasudahlah..
Iseng-iseng ini juga soalnya saya punya segulungan pita yang gak pernah dipakai, nah daripada dia bengong aja nganggur gitu mending saya pakai. Biar deh gelangnya gak bagus-bagus amat apalagi keren, yang penting buatan sendiri. Yeiyyy!
Bahan yang diperlukan untuk buat gelang ini hanya pita, jarum, benang (atau kalau ada senar supaya lebih kuat), manik mutiara, gunting dan lem tembak.

LANGKAH 1: Siapkan alat-alat. Siapkan jarum, benang dan pita. Sebaiknya ukuran ujung jarum disesuaikan dengan ukuran pita yang hendak digunakan, supaya gak susah saat menjahitnya.

Jalan-Jajan ke Jatim Park; Kota Wisata Batu, Malang!

Hari Sabtu kemarin saya berkesempatan berkunjung ke kota Malang, Jawa Timur dalam rangka suatu urusan tulis-menulis (uhuk!). Ya, suatu pengalaman pertama yang cukup mendebarkan dan menegangkan buat saya sebenarnya. Karena kesempatan mungkin tidak akan pernah datang dua kali. Bahasa kerennya sih, because second chances are rare, so waste your first chance wisely. Cieeeee..
Ya, awalnya sih sempat ragu dan berencana membatalkan kunjungan ke Malang karena satu dan lain hal yang nggak bisa ditinggalkan, urusan keluarga dan kantor. But, i just want to wasted my first chance wisely and here I go...
Pagi itu saya berangkat menggunakan pesawat AirAsia yang dijadwalkan terbang pukul 08.15 dari Kota Bandung. Setelah berperang dengan kemacetan pagi hari itu, pukul 07.30 saya tiba di bandara dan langsung check-in serta membayar airport tax lain sebagainya. Tapi ternyata sampai waktunya gate close dan terbang masih belum ada tanda-tanda akan keberangkatan.. delay. Sampai akhirnya pukul 08.45 kami …