23 Oktober 2012

Untuk Aku di Masa Mendatang

Bandung, 31 Desember 2017


Teruntuk : Anggi usia 27 tahun

Dear, anggi..

Hai, Anggi! Apa kabar? Aku adalah kamu saat usia 21 tahun. Aku adalah kamu di masa lalu. Aku adalah kamu. Sudah 6 tahun berlalu dari hari dimana aku menulis surat ini untukmu loh. Sungguh waktu berjalan dengan cepat, ya?! Ah, sungguh, semoga kamu tidak melewatkan apapun. Semoga kamu menikmati perjalanan kehidupanmu seiring berjalannya waktu. 

Hey, sudah 6 tahun berlalu! Bagaimana dengan pekerjaanmu? Apa di umurmu yang ke 27 ini kamu masih bergelut dengan setumpuk pekerjaan kantor, menjadi seorang wanita karir ataukah kamu sudah mengikuti impianmu untuk membuka sebuah katering dan sebuah cafe?! Apapun itu, aku yakin itu yang jalan terbaik yang Allah berikan untuk kamu ..untuk kita. Seperti yang selalu kamu ucap dalam doa ..'semoga Allah menuntunku pada jalan terbaik dan diridhoi olehNya'.

Eh, ngomong-ngomong, apakah kamu sudah menemukan tambatan hati? Ah, tentu saja. Bukankah kalau tidak ada aral melintang dan Ia sudah mengijinkan kamu ingin menikah di usia muda, bukan? 24. Setidaknya itu yang sekarang selalu aku ucap dalam doa. Semoga di usiamu sekarang ini kamu sudah bertemu lelaki yang tepat untuk kamu jadikan imam ya. 

Lalu, seperti apa dia? Ah, sungguh aku penasaran dibuatnya. Aku ingin segera mengetahui seperti apa dia, impianku saat ini, masa depan yang kini bersamamu itu. Boleh aku tebak? Ya, tanpa persetujuanmu pun aku akan mencoba menebak seperti apa dia.. Hmm, dia pasti sosok penyayang, cerdas, pekerja keras,  penyabar juga tampan. Hahaha, entahlahh. Apakah selera kita masih sama walaupun usia kita sudah berbeda saat kamu membaca surat ini. Ingat nggi, seperti apapun dia, siapapun dia, aku harap dia adalah lelaki yang bisa menjadi imam bagimu, bagi anak-anak kalian kelak, untuk keluargamu. Oya, aku harap juga dia adalah sosok lelaki yang bisa menyayangi keluargamu, diluar segala kekurangan dan kelebihannya ..menyayangi kedua orang tuamu, juga kedua adik kecilmu. Semoga ya.

Oya, aku harap, hmm lelakimu itu kelak bukanlah seorang yang berkepala batu, keras kepala sama halnya denganmu ya. Karena jika tidak, entahlah, aku tak bisa membayangkan akan seperti apa jadinya jika batu bertemu batu. Semoga tidak ya. Eh, tau tidak? Aku di umur 21 ini sering berharap jika kelak lelaki yang kelak menjadi suamiku adalah lelaki yang bertanggung jawab, setia dan pastinya selalu mau mendengarkan aku dan menjadi sosok yang mendukungku. Lalu bagaimana? Apa harapanku di usia ke 21 itu terwujud? Lagi lagi aku hanya bisa berkata semoga.

Sebuah rumah sederhana yang kamu impikan dibangun dari cinta dan setumpuk harapan dengan lelakimu dengan diiringi suara tangis anak-anak kalian, apakah sudah terwujud? Bagaimana buah hatimuu? Apakah laki-laki atau perempuan? Atau bahkan sudah keduanya? Hihi, aku amini dari sini ya. Apapun jenis kelamin mereka, aku harap semoga mereka merupakan anak-anak yang cerdas, cantik dan tampan, berbakti kepada kedua orang tuanya dan selalu mencintai Tuhannya :)

Apakah kamu masih suka menulis? Aku harap demikian. Atau apakah di umurmu yang ke 27 ini kamu telah menghasilkan suatu karya yang dapat membuat orang-orang disekelilingmu bangga? Menulis sebuah buku, impianmu. Ingat, ketika banyak hal yang tidak bisa kamu sampaikan secara lisan, tulislah.. keluarkan semuanya, tuangkan dalam bentuk deretan kata yang bisa menggambarkan apa yang ingin kamu katakan. Ayo buktikan pada dunia kalau kamu bisa!

Kabar keluargamu bagaimana? Semoga seiring berjalannya waktu pula, kamu bisa mengikis satu persatu luka yang mereka torehkan ya. Semoga dengan semakin dewasanya kamu, bertambahnya usiamu, kamu bisa memaafkan mereka ..belajar ikhlas dan melupakan semuanya. Karena sejujurnya, saat ini, di umurku yang ke-21 aku masih belum bisa melupakan apa yang mereka lakukan terhadap kedua orang tuamu. Tapi aku janji, aku akan terus belajar ..to forget and forgive. Seperti biasanya, take and learn, segala sesuatu terjadi untuk sebuah alasan indah yang sudah Tuhan persiapkan untuk kamu. 

Semoga Allah selalu menyertai dan menuntun setiap langkahmu dan orang-orang yang kamu sayangi, Anggi. Aamiin.


Tertanda,

Anggi, 21 Tahun


1 komentar:

  1. jadi bagaimana 27 tahun nya mbak gis??Ahahaha
    .TA.

    BalasHapus


Terima kasih sudah berkunjung dan jangan lupa tinggalkan jejak :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...