Postingan

Perempuan Kesayangan

Aku mengenal seorang perempuan yang mencintai laut. Katanya, laut adalah hidup yang melahirkan kehidupan. Katanya, laut semacam arena yang luas tak berbatas di kepalanya. Katanya, laut semacam riak arus hidup yang tak berkesudahan, seolah diterpa angin dan selalu kejar-kejaran. Katanya, laut semacam gambaran setiap kehidupan. Selalu bergerak, berubah, tidak dapat ditebak. Itulah mengapa ia sangat menyukai laut. Alasan yang sangat sederhana, kataku. Dia mencintai sesuatu yang mengajarkan kehidupan. Seperti itu ia mencintai ibunya. Dia memiliki mata yang unik—kornea matanya berwarna coklat kehitaman. Kantung matanya mengisyaratkan berapa lama waktu ia tidur setiap malam. Sesekali terlihat ia menghela nafas panjang, bukan mengeluh, hanya sebuah refleks tubuh ketika ia mulai sangat kelelahan. Senyumnya lebih menenangkan dari apapun juga. Ketika ia bersedih, bibirnya menjadi tempat yang menampung segala duka yang ia tuang dalam doa. Dia lebih suka meminum air matanya sendiri daripada ...

Antara Perasaan dan Masa depan..

Gambar
Jika bicara soal dua hal ini, ada dua hal pula yang jadi pertaruhan ..antara rasa dengan logika.  Seiring berjalannya waktu juga berkembangnya pikiran, tentu masa depan bukan sesuatu yang bisa diabaikan. Menjalin hubungan dengan seseorang, lebih dari sekedar berteman, terlebih hingga tahun kesekian pasti telah melewati berbagai cobaan hingga proses pendewasaan. Perang ego dengan perasaan. Ada kesenangan sekaligus juga kesedihan. Ada perjuangan. Namun, jika suatu hubungan tidak memiliki arah dan tujuan. Tidak memiliki rencana atau tempat tujuan, tidak memiliki nahkoda yang berani mengambil keputusan untuk masa depan, tidak memberikan sedikitpun harapan. Lantas, apa yang mau diperjuangkan?

#Lesson Of The Day

".....When you raise your salary, don't raise your standard of living but raise your standard of giving." *) #LessonOfTheDay 

Pembanding; Refleksi

Gambar
pic source Tanpa disadari entah seberapa sering kita membandingkan apa yang kita inginkan dengan apa yang saat ini kita miliki, kan? Menuntut Tuhan untuk memberikan setiap hal yang kita inginkan, dan  seringkali dengan begitu mudahnya melupakan apa yang telah ia berikan. Sulit sekali rasanya untuk mengajak berdamai logika ketika kita melihat hal sebagai pembanding. Logika kerap meluncurkan satu persatu sangkalan dimana pembanding dan hal yang dibandingkan mempunyai satuan yang berbeda. Jika, pembanding adalah x dan yang dibandingkan adalah y, maka menurut saya hasil yang didapat bisa jadi a, b, c ataupun z. Sesuai dengan apa yang kita inginkan, yang kita pikirkan, yang kita harapkan.

Berhenti Sejenak

Gambar
pic from here Hey, kemana saja selama ini? Untuk sekian kali beberapa orang teman dalam suatu komunitas yang saya ikuti bertanya, baik melalui chat facebook, blackberry messenger , maupun grup Line kami. Juga menjadi pertanyaan dalam blog saya dari beberapa orang yang sedang berkunjung. Disertai segudang pertanyaan lain dari orang-orang terdekat, beberapa dari mereka mengikuti rentetan cerita yang tertulis dalam blog ini.  *** Saya ada. Saya disini. Hanya saja saya sedang tidak kemana-mana. Sedang memutuskan untuk tidak banyak melakukan apa-apa. Memutuskan untuk berhenti sejenak. Memutuskan untuk memikirkan tanpa berkata-kata, tanpa angka maupun baris kata. Saya memutuskan berdiam dari bercerita, memutuskan untuk tidak berjalan-jalan dalam rentetan kisah. Menikmati hari-hari yang biasa, bekerja, bermain, bercanda tawa, bertegur sapa , menyimpan hal-hal menarik dan baik maupun buruk hanya untuk diri saya saja. Untuk sementara.

Sebuah Pantai, 07.40, Angin Kencang

Minggu pagi. Tidak seperti minggu biasa, yang biasanya hanya bangun untuk shalat subuh lantas tidur lagi hingga matahari hampir mencapai puncaknya. Pagi ini sedikit berbeda memang, aku bersiap pergi berjalan-jalan dan pantai menjadi pilihannya.. Alunan lagu yang tersalur melalui earphone menjadi teman perjalanan yang menenangkan, walau rasanya nada lagu dan arah pikiran tidak seirama. Tidak sejalan. Tiba di pantai, aku mencari tempat nyaman untuk duduk, bukan karena tumpuan kaki yang sudah kelelahan menentukan langkah, tapi alasannya mungkin hanya karena diam bisa jadi pilihan tepat. Itu saja. Aku suka mendengar suara ombak, kecuali jika hari sedang hujan, aku lebih suka mendengarkan hujan dibawah atap rumah. Riuh keduanya sama-sama bisa menyamarkan debar jantung yang sedang bergejolak. Ramai tidak karuan. Berantakan. Sebuah buku menemaniku pagi itu. Sejenak Hening, karya Adjie Silarus. Ditengah membaca tiba-tiba aku teringat obrolan panjang dengan seorang teman disebuah ...

Bangka Botanical Garden; Bangka Rasa Bandung!

Gambar
Bangka Botanical Garden; Selama hampir memasuki 6 bulan tinggal di Pulau Bangka ini, beberapa kali pula saya mengunjungi Pantai Pasir Padi, setiap akan check in aplikasi Path pasti muncul nama ini sebagai salah satu alternatif lokasi terdekat dari posisi dimana saya berada. Memang sebelum tiba di Pantai Pasir Padi ada semacam sebuah cafe yang bertuliskan nama tempat ini, tapi saya kira hanya sebatas cafe untuk ngopi dan sejenisnya, nyatanya saya salah. Bangka Botanical Garden atau kerap disingkat masyarakat sekitar dengan sebutan BBG ini salah satu agrowisata di Pulau Bangka yang luasnya mencapai 300 hektar. Sore itu, selepas mendatangi acara open house dalam rangka tahun baru 2015 salah seorang senior kantor, kami tadinya hendak pergi ke daerah Sungailiat untuk ke Pantai. Namun, sayangnya cuaca dan angin sore itu sungguh tidak bersahabat. Jadilah, Pantai Pasir Padi jadi pilihannya..