Postingan

Selamat Hari Ibu, Mama!

Gambar
Mama, Ibu, Ummu, Selamat Hari Ibu.. Mama, ucapmu penawar segala resahku, setiap kata-mu adalah doa bagiku, dan doa-mu senantiasa menjadi pelindung keseharianku. Aku tak bisa memberikan gelimang harta untuk membalas, cukup hanya bakti dan taatku untuk menjaga hatimu selalu. Hanya doa untuk kesehatan dan keselamatanmu. Hanya doa untuk selalu Allah berikan bahagia dalam detik kehidupanmu. Hanya doa dalam setiap sujud dalam shalatku. Dalam setiap hela nafasku. Selalu. Itu saja. Mama, terima kasih sudah menjadi teladan bagiku. Terima kasih sudah mengajarkan aku untuk tidak pernah menyerah dengan keadaan. Terima kasih sudah memaafkan semua kesalahanku. Mama, jangan pernah berhenti menyebut namaku dalam setiap doamu. Jangan pernah bosan mendengar segala keluh kesahku. Jangan pernah bosan untuk selalu mengingatkan jika aku melakukan kesalahan. Mama, aku menyayangimu. Sehat, panjang umur dan senantiasa bahagia selalu ya, Mama.  Salam, Anakmu.

Ceking Terrace Bali; The Grass is Always Greener on The Other Side

Gambar
The grass is always greener on the other side banget, sist? cieeee. Sayangnya ini bukan soal selimut, eh rumput tetangga yang konon lebih hijau, ha! Ceking Terrace berlokasi di Tegallalang, yang katanya dekat Ubud ini udah jadi salah satu di list where-to-go saat liburan di Bali kemarin. Dan memang walaupun pake acara drama bolak-balik dan kesasar nggak nyesel memang kemari.  Perjalanan dari Kuta untuk list pertama memang untuk mengunjungi Sanctuary Sacred Monkey Forest yang berada di Ubud. Nahhh, setelah puas dari sana barulah saya mulai menyetel arah ke Ceking Terrace di Google Maps. Sayangnya setelah dicoba berkali-kali tidak muncul juga lokasi ini. Akhirnya mencoba bertanya ke masyarakat sekitar soal lokasi Ceking Terrace, dan masalah lain ternyata kebanyakan nggak tau tempat ini karena ada sebutannya desa ceking. Dang! Jadi, untuk akhirnya bisa sampai kemari saya mencoba menjelaskan rinci hingga akhirnya cari foto cekking terrace ini dari internet dan menunjukkannya, ba...

Quarter Life Crisis..

Gambar
Pic from Pinterest Saya tersenyum geli sendiri menuliskan judul diatas, Quarter Life Crisis, haha! Bukan apa, agak sensitif, rasanya agak gimana gitu ya. Menjelang Quarter Life Crisis, soal tujuan hidup di seperempat abad kehidupan jadi semacam 'trending topic' bahkan dalam setiap obrolan ringan. Dalam kesempatan berdiskusi dengan beberapa orang teman sempat terbersit pertanyaan akankah kita benar-benar bekerja dan hidup sesuai passion kita, atau hanya memaksakan keadaan karena.. konon katanya hidup benar-benar kejam. Lebih kejam dari Ibu tiri apalagi Ibu Kota. Cie, alamak. Kadang saya sering merasa kok sekarang ini rasanya sulit banget ya untuk menemukan sebuah keheningan. Things get so noisy. Semacam hiruk pikuk yang nggak berkesudahan. Dulu rasanya biasa aja tiduran di kamar sambil denger siaran radio lokal atau puter kaset pita -pada jamannya- tanpa sibuk sama gadget. Gitu aja udah terasa sangat menyenangkan. Sekarang? Adiksi terhadap sosmed di era digital ini bik...

Dream a New Dream at Dreamland Beach

Gambar
Sebuah papan bertuliskan ' Welcome to Dreamland Beach ' menyambut kedatangan kami sebagai pengunjung sore hari itu. Seharusnya dari siang hari aku sudah berada ditempat ini, tapi karena satu dua tempat lain yang bisa dikunjungi sebelum bisa sampai kemari jadilah tempat ini jadi tempat yang paling akhir dikunjungi.  Dari arah Pantai Padang-Padang, aku berjalan melalui semacam pemukiman penduduk yang awalnya sepi hingga akhirnya hanya tinggal perkebunan-perkebunan. Ini jalan terdekat ya, gumamku saat melihat arah jalanan di google maps. Baiklah baiklah. Hingga akhirnya tiba diujung jalan yang ternyata justru merupakan jalan sebuah kompleks perumahan elit, aku sempat ragu dan bertanya pada satpam setempat.  Senyum ramah dua orang satpam menyambut saat aku menghampiri pos jaga. Setelah bertanya dan memastikan kalau memang itu jalan yang benar, aku melanjutkan lagi perjalanan. Rasa was-was selama perjalanan nyatanya bukan berasal dari google maps yang sering hilang mu...

Sacred Sanctuary Monkey Forest Ubud; Awas Ada Monyet!

Gambar
Suasana kehijauan saat memasuki daerah Ubud mulai terasa, hawanya pun sedikit berbeda dengan kawasan Bali lain rasanya lebih sedikit dingin. Masih berbekal teman setia google maps, hari kedua di Bali aku rencanakan untuk menjelajahi daerah Ubud dan sekitarnya dengan estimasi waktu kurang lebih 60 menit dari arah Kuta tempatku menginap. Nah, di Bali ada satu obyek wisata yang berkaitan dengan hewan dan namanya juga sudah mendunia yaitu Sacred Sanctuary Monkey Forest Ubud. Sesuai namanya, tempat ini lokasinya di daerah Ubud, Bali tepatnya di Jalan Wenara Wana Desa Padangtegal, Ubud – Gianyar. Sepanjang jalan menuju kemari pemandangan berbeda disuguhkan lain dari biasanya, areal pesawahan yang sedang menghijau jadi semacam sajian pembuka menuju Ubud.

Mengubah Pola dengan Perspektif Berbeda

Gambar
"Setiap hari kami belajar: Bahwa Tuhan Maha Kaya dan milikNya lah segala sesuatu di langit dan di bumi, bahwa Ia Maha Menghitung tetapi sekaligus Maha Mengampuni, bahwa Allah Maha Menguasai Segala Sesuatu.  Saya mengangguk. Tak ada manusia yang tak memiliki beban dalam hidupnya. Bahkan para rasul pilihan Tuhan sekalipun. Laa nufarriqy bayna ahadin-min rusulih , tak ada yang dibeda-bedakan, semua akan menghadapi masalahnya masing-masing. "Kita punya Allah. Selama Allah bersama kita, semua akan baik-baik saja." Kalimat Rizqa yang terakhir benar-benar membuat saya jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang... Jauh lebih tenang dari sebelumnya. Tiba-tiba terasa, ayat terakhir dari surat Al-Baqarah benar-benar bermakna untuk menguatkan hati siapa saja yang cemas: Laa yukallifuLlahu nafsan illa wus'aha . Allah tidak akan membebani seseorang dengan sesuatu yang tak sanggup dipikulnya. Allah tak akan membebani hambanya di luar kesanggupannya. ... Dan hari ini saya men...

#MainSebentar; Menjelajahi Pantai Rambak Bangka

Gambar
Dalam rangka bosan karena hampir beberapa minggu belakangan disibukkan dengan aneka urusan ini itu soal pekerjaan, soal pelimpahan kerjaan karena salah seorang teman kantor yang cuti melahirkan, soal SPI, soal sibuk pindahan dan lain sebagainya. Akhirnya aku dan seorang teman, Kawells, minggu lalu nekat berduaan pergi ke salah satu kawasan pantai di Sungailiat naik motor. Awalnya kami sempat ragu juga mengingat asap yang memang juga sedang cukup pekat beberapa hari kebelakang. Tapi tanpa pikir panjang akhirnya pagi itu kami pergi juga untuk main sebentar, dengan perjanjian awal nantinya akan dilakukan pergantian shift bawa motor! Ha! Bahasamu, nak nak. Sebetulnya aku sih yakin aja bisa bawa motor seharian kalau inget perjalanan di Bali selama 4 hari sendirian, berhubung ini boncengan jadi lain ceritanya. Selain asap, hal lain yang jadi masalah adalah operasi zebra yang sedang marak dilakukan pihak kepolisian. Kenapa panik? Karena kami berdua sama-sama belum punya Surat Izin...